Ulama: Istri Tidak ada Kewajiban Memasak

-

- Advertisment -

Ulama: Istri Tidak ada Kewajiban Memasak

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH –  Menurut ulama fikih, pada dasarnya istri tidak mempunyai kewajiban materi apapun untuk membiayai keluarga (rumah tangga) hingga memasak pun bukan kewajiban istri karena perkawinan, tetapi merupakan kewajiban suami. Sekiranya suami tidak mampu mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga (termasuk memasak), maka harus menyediakan pembantu (pada masa dahulu budak) untuk menyelesaikannya. Makanan yang harus disiapkan oleh suami menurut fikih adalah yang siap saji bukan mentah.

“Tugas istri dalam kaitan ini hanyalah sekadar mengatur dan memberitahu pembantu untuk mengerjakan semuanya dengan baik. Kewajiban istri karena perkawinan adalah memberikan pelayanan (taat kepada suami) dalam artinya yang luas, semisal menghangatkan suasana agar kehidupan rumah tangga terasa nyaman, tenteram dan gembira. Akibat dari ini semua, istri tidak berhak mendapatkan harta bersama,”  tulis dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh Dr. Agustin Hanafi,Lc.MA dikutip dari FB, Jumat (2/10/2020).

Agustin menyatakan  pembagian hak dan kewajiban tidaklah dipahami oleh masyarakat secara kaku terlebih di Indonesia. Banyak istri yang bekerja untuk meringankan beban suami. Dan juga banyak suami yang bersedia membantu istri di wilayah domestik. Agustun menjelaskan ini adalah sesuatu yang baik dan positif karena akibat dari ini semua, suami dan istri sama sama memiliki hak untuk mendapatkan harta bersama. Diingatkan, dalam perkawinan bukan mengedepankan hak dan kewajiban yang nantinya seperti hubungan bisnis yang menyebabkan suasana rumah tangga menjadi gersang dan hambar.

“Mari sama-sama  saling membantu pasangan karena dalam keluarga adalah perjuangan yang melahirkan pengorbanan dan akan berakhir dengan kesetiaan,” pungkasnya.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda