Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Penyebar Hoax

-

- Advertisment -

Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Penyebar Hoax

Presiden Joko Widodo (Zamzami Ali/Klikkabar).

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa, sangat berbahaya jika karena urusan politik pemilihan bupati, wali kota, gubernur hingga pemilihan presiden, aset terbesar dan modal terbesar bangsa menjadi terganggu.

“Gara-gara hoaks, gara-gara fitnah, gara-gara ghibah, gara-gara kabar-kabar bohong yang sekarang ini tidak hanya muncul di media sosial tetapi sudah muncul dari pintu-ke pintu, dari rumah ke rumah. Hati-hati masalah ini,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Lahir ke-46 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta Utara, Kamis (28/2/2019).

Untuk itu, Presiden mengajak semuanya untuk berani merespon ini segera, karena modal besar kita, aset terbesar kita persatuan, kerukunan, persaudaraan yang akan terganggu gara-gara masalah ini.

“Ini bukan barang sepele, hati-hati. Sehingga tegas saya sampaikan kepada Kapolri, tindakan hukum tegas harus diberikan pada siapapun yang mengganggu persatuan bangsa kita dengan cara-cara menyebar hoaks dari pintu ke pintu dari media sosial. Tegas, harus tegas,” katanya.

Segera Selesaikan  

Pada awal sambutannya Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa Indonesia memiliki 714 suku yang berbeda-beda agama, adat, tradisi, budaya, bahasa daerah. Beda-beda semuanya. Karena itu, betapa sangat berbahayanya yang namanya konflik.

Presiden mengingat pesan Presiden Ashraf Ghani yang negerinya terus dilanda konflik meski hanya memiliki 7 suku.

“Beliau menyampaikan kepada saya, hati-hati konflik yang namanya antar suku itu segera selesaikan, segera rampungkan, dan segera padamkan. Apalagi konflik yang menyangkut agama, jangan tunggu waktu sedetikpun. Segera rampungkan dan selesaikan,” ungkapnya.

Presiden Afghanistan itu, menurut Presiden Jokowi, sangat respect kepada negara Indonesia yang memiliki 714 suku, 260 juta penduduk, hidup di 17.000 pulau. “Beliau sangat-sangat takjub betul. Bagaimana masyarakat yang beragam ini bisa bersatu, bisa rukun, bisa merasa sebagai saudara dan setanah air,” ujarnya.

Presiden Jokowi menegaskan, inilah tugas besar kita dalam menjaga, dalam merawat persatuan, merawat kerukunan, merawat persaudaraan kita, merawat ukhuwah kita, merawat ukuwah islamiyah kita, merawat ukhuwah wathaniyah kita. “Tugas besar kita ada di sana,” tegasnya.

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda