Kasus Djoko Tjandra, Kapolri Copot Lagi 2 Jenderal Polisi

-

- Advertisment -

Kasus Djoko Tjandra, Kapolri Copot Lagi 2 Jenderal Polisi

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Idham Azis kembali mencopot dua perwira tinggi di korps Polri. Pencopotan tersebut terkait kasus buronan Bank Bali, Djoko Tjandra.

Keduanya adalah Kepala Divisi Hubungan Internasional Inspektur Jenderal Polisi Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigadir Jenderal Polisi Nugroho Slamet Wibowo.

Sebelumnya, Kapolri telah mencopot Brigadir Jenderal Polisi Prasetijo Utomo dari jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri. Dia digantikan oleh Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Kombes Andian Rian R. Djajadi.

Prasetijo terbukti membuat surat jalan untuk Djoko Tjandra melakukan perjalanan dari Jakarta ke Pontianak pada akhir Juni 2020 lalu.

“Pelanggaran kode etik maka dimutasi,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono dilansir dari laman CNN, Jum’at (17/7) malam.

Pencopotan itu tertuang dalam surat telegram (STR) nomor ST/2076/VII/KEP/2020 yang ditandatangani oleh Asistem Sumber Daya Manusia (SDM) Polri Irjen Sutrisno Yudi Hermawan atas nama Kapolri tertanggal 17 Juli 2020.

Napoleon dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Inspektorat Pengawasan Umum Polri. Posisi Napoleon digantikan Wakil Kapolda NTT Brigjen Johanis Asadoma.

Sementara Nugroho dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Jianbang Lemdiklat Polri. Dia digantikan oleh Brigjen Amur Chandra Juli Buana yang sebelumnya menjabat Kadiklatsusjatrans Lemdiklat Polri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda