100 Karya Penulis ‘Nulis dari Rumah” Dbukukan

-

- Advertisment -

100 Karya Penulis ‘Nulis dari Rumah” Dbukukan

KLIKKABAR.COM,  JAKARTA  – Kemenparekraf menerbitkan buku 100 karya pemenang ‘Nulis dari Rumah’, yang terdiri dari 50 esai dan 50 cerita pendek (cerpen). Nulis dari Rumah merupakan program Kemenparekraf bersama Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) untuk memberikan stimulus kepada penulis atau pelaku ekonomi kreatif di subsektor penerbitan dan literasi agar tetap aktif menulis dari rumah di masa pandemi COVID-19.

“100 karya ini masuk menjadi 2 judul buku berbeda, versi antalogi esai dan cerpen. Untuk kumpulan cerpen terpilih diberi judul ‘Pesan Penyintas Siang’, yang diterbitkan oleh Mekar Cipta Lestari. Sedangkan kumpulan esai terpilih diberi judul ‘Saatnya Menjadi Bangsa yang Tangguh’ yang diterbitkan oleh Yayasan Pustaka Obor Indonesia,”  kata Staf Khusus Menteri Parekraf Bidang Digital dan Industri Kreatif, Ricky Joseph Pesik, Rabu (7/10/2020)

Disebutkan karya tulis berupa esai dan cerpen yang dihasilkan dari program tersebut diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat dan juga sektor penerbitan.    Ricky menyarankan untuk memasarkan hasil karya dari pemenang sebaiknya difokuskan melalui platform digital. D i masa pandemi COVID-19, masyarakat lebih banyak menggunakan media digital untuk memenuhi kebutuhan literasinya. 

Editor Senior Kepustakaan Populer Gramedia, Pax Benedanto, menjelaskan 100 karya yang terpilih adalah tulisan yang memiliki tata bahasa yang baik, bersifat menggugah, terdapat pesan moral bagi pembaca, hingga memiliki orisinalitas karya.

“Jadi pembaca butuh kejutan, secara spesifik ada kriteria besar, dari gagasan tulisannya dijelaskan tentang apa, karena ini ada tema di dalam program yaitu seputar pandemi dan pariwisata. Jadi bukan yang tema bebas. Jadi 100 karya ini adalah karya terbaik dari 1.076 naskah yang masuk yang telah memenuhi kriteria penulisan yang baik,” ujar Pax dalan pernyataan tertulis Kemenparekraf.

Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Rosidayati Rosalina menyebut antusiasme masyarakat mengikuti program ini sangat tinggi. Peserta tidak hanya datang dari kalangan masyarakat yang memiliki hobi menulis, melainkan juga diikuti oleh penulis profesional.

“Berharap kerja sama kami dengan Kemenparekraf bukan hanya memproduksi buku tapi juga bagaimana penerbit bisa menjual buku-bukunya ke masyarakat lebih luas lagi,” ujar Rosidiyati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda