KPU Kritik Survei SMRC Pemilih Desa Bodoh

-

- Advertisment -
Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp
Telegram
LINE

KPU Kritik Survei SMRC Pemilih Desa Bodoh

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – KPU mengkritik hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada Kamis (17/12/2020) dimana kesimpulan pemilih pedesaan itu bodoh dan mudah dimobilisasi.

“Kesimpulan survei mengandung kesan pemilih pedesaan itu bodoh dan mudah dimobilisasi. Padahal metode riset dilakukan wawancara dengan telepon. Tentu saja telepon yg dimaksud adalah handphone (HP),” ungkap anggota KPU Divisi Hukum dan Pengawasan Hasyim Asy’ari di Jakarta, Jumat (18/12/2020).

Hasyim menyebut yang disampaikan SMRC tidak etis dan tidak mencerminkan hasil survei.  Hasyim mengkritik penggunaan istilah ‘mobilisasi’ dari SMRC terkesan pemilih pedesaan mudah dimobilisasi. Padahal dalam riset tidak ada bukti tentang faktor yang mempengaruhi pemilih hadir.

“Bagaimana kesimpulan tanpa pertanyaan riset itu dapat dirumuskan. Lalu apa yang dimaksud dengan mobilisasi dalam kesimpulan SMRC. Apalagi rumusan kesimpulan itu menggunakan kata “kemungkinan” suksesnya mobilisasi dan “biasanya” mobilisasi dilakukan terhadap pemilih yang bodoh,” gugat Hasyim.

SMRC dalam survei  menegaskan tingginya tingkat partisipasi pada Pilkada 2020 cenderung dari warga yang kurang khawatir dengan Covid.  Adapun warga tersebut cenderung dari pedesaan dan kurang berpendidikan.

Terhadap warga ini kemungkinan informasi tentang bahaya Covid-19 kurang kuat pada mereka. Hasil lainnya menyebutkan partisipasi tinggi di tengah pandemi juga kemungkinan karena suksesnya mobilisasi pemilih untuk datang ke TPS. Yang bisa dimobilisasi biasanya warga pedesaan dan kurang terpelajar.

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp
Telegram
LINE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT

Rekomendasi untuk Anda