Kerja dari Kedai Kopi Lebih Kreatif

-

- Advertisment -

Kerja dari Kedai Kopi Lebih Kreatif

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Banyak seniman, penulis, dan musisi yang sering mengujungi kedai kopi untuk menstimulus ide  dan menumbuhkan energi. Sebut saja di antaranya Pablo Picasso, JK Rowling, Simone de Beauvoir, Jean-Paul Sartre, dan Bob Dylan.

Penelitian menunjukkan bahwa rangsangan di tempat-tempat seperti kedai kopi menjelma jadi lingkungan yang efektif untuk bekerja, demikian dilansir dari BBC, Kamis.

Kombinasi kebisingan, kerumunan, walau ini akan berbeda selama pandemi COVID-19, dan variasi visual dapat memberi “jumlah gangguan” yang tepat untuk membantu pikiran lebih tajam dan kreatif.

Sebuah studi pada 2012 yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research menunjukkan bahwa tingkat kebisingan lingkungan yang rendah hingga sedang di tempat seperti kafetaria sebenarnya dapat meningkatkan kreativitas.

Jika sedikit teralihkan dari tugas oleh rangsangan ambien, itu justru meningkatkan kemampuan berpikir abstrak yang dapat mengarah pada ide lebih kreatif.

Studi lain pada 2019, di mana temuannya juga serupa, menyoroti apa yang disebut “resonansi stokastik.” Awalnya diamati pada hewan, ini adalah fenomena di mana jumlah kebisingan yang tepat justru menguntungkan indera manusia.

Meski tingkat toleransi kebisingan berbeda untuk semua orang, rangsangan audio di latar belakang tetap membantu meningkatkan pengambilan keputusan. Bahkan, ada yang menjuluki ini sebagai “efek kedai kopi.”

Studi lain pada 2019, di mana temuannya juga serupa, menyoroti apa yang disebut “resonansi stokastik.” Awalnya diamati pada hewan, ini adalah fenomena di mana jumlah kebisingan yang tepat justru menguntungkan indera manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda