Mantan Juru Runding RI-GAM Syarifudin Tippe Meninggal Dunia

-

- Advertisment -

Mantan Juru Runding RI-GAM Syarifudin Tippe Meninggal Dunia

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Letnan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Syarifudin Tippe, S.I.P., M.Si dikabarkan meninggal dunia, Minggu, 14 Februari 2021.

Saat ini jenazah sedang dimandikan di RSPI Persemayaman dan akan dibawa ke kediamannya di Jl Malaka 1 No 96 Cipayung, Jakarta Timur.

Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Dia meninggal akibat sakit.

“Innalilahi wainnaillahihi rajiun. Telah meninggal Bapak Letjen TNI Purn. Prof Dr Syarifudin Tippe. Pemakaman di TMP Kalibata hari ini,” bunyi pesan duka yang diterima Klikkabar.com, Minggu (14/2) siang.

Letnan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Syarifudin Tippe, S.I.P., M.Si yang lahir di Sinjai, Sulawesi Selatan pada 7 Agustus 1953 adalah seorang purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer tahun 1975.

Dia adalah mantan Kasum TNI, Wakil KSAD dan Pangdam II/Sriwijaya dan merupakan Pangdam II/Sriwijaya ke-30. Namanya sempat mencuat sebagai calon Menteri Pertahanan periode kedua Presiden Jokowi.

Syarifudin Tippe menapaki karirnya di TNI dengan mengikuti pendidikan seperti Suspa Mekani, Suspa Intelijen dan selalu mendapatkan rangking satu atau dua dari setiap pendidikan yang diikuti.

Syarifudin juga berhasil mendapatkan nilai yang memuaskan ketika lulus pada Seskoad Komparatif AS tahun 1991.

Beberapa jabatan yang cukup penting dan strategis di TNI Angkatan Darat juga sempat diembannya, seperti jabatan di militer sebagai Komandan Peleton 2 Denzipur 6.

Dia juga sempat menjadi Komandan Peleton 1 Denzipur 6, kemudian Kasitik Milum Pusdikzi, serta Danrem Kodam 1 Bukit Barisan.

Pada tahun 1976, Syafrudin terlibat langsung pada Operasi Penumpasan PGRS Paraku serta membuat bangunan titik terkuat antara perbatasan Indonesia di Kalimantan Barat dengan Malaysia. Pada 1999, dia memimpin Operasi Sadar Rencong di Aceh.

Syafrudin sempat menjabat sebagai Wakil Komandan pada Operasi Pemulihan Keamanan Negara pada tahun 2001-2002, lalu dia juga beberapa kali turut mendampingi Panglima TNI ke berbagai Negara Asia Timur seperti Jepang, China, Korea Selatan dan Mesir.

Dia bahkan sempat ditunjuk menjadi anggota Delegasi perundingan Indonesia-GAM di Malaysia dan perjanjian Helsinki di Finlandia pada tahun 2005.

Karir Syafrudin di dunia akademisi juga cemerlang. Dia melanjutkan pendidikannya hingga S3 dan menyandang gelar sebagai guru besar sekaligus jadi salah satu inisiator bersama Kasad Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso membuat Universitas Pertahanan (Unhan) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Beberapa penghargaan telah diterimanya seperti SL GOM VII Aceh, SUKS VIII, SUKS XVI, SUKS XXIV, Bintang Yudha Kartika, Bintang Kartika, Medali Kepeloporan serta berbagai penghargaan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda