Media Australia Beritakan Kades di Aceh Dipolisikan

-

- Advertisment -

Media Australia Beritakan Kades di Aceh Dipolisikan

Kepala Desa atau Keuchik Desa Meunasah Rayeuk, Tgk. Munirwan. (Foto: IST)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Sebuah media online terkenal di Australia yakni ABC, dalam edisi bahasa Indonesia memberitakan perihal warga Aceh dipolisikan karena kembangkan benih unggul. Dalam pemberitaan edisi Selasa (30/7/2019), media itu menurunkan laporan dengan judul “Kades di Aceh Dipolisikan Karena Kembangkan Benih Padi Unggul.”
“Tengku Munirwan di ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Polda Aceh sejak sejak Selasa 23 Juli 2019,” tulis media  online itu, Selasa (30/7/2019).
Dipaparkan, kisah ironis ini dialami Tengku Munirwan, petani sekaligus Kepala Desa (Keuchik) Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan memperdagangkan dan menyalurkan produk benih padi IF8 yang belum mengantongi sertifikat oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.
Zulfikar Muhammad, Direktur Koalisi NGO HAM Aceh selaku pendamping hukum Tengku Munirwan mengatakan kliennya ditahan dalam posisinya sebagai Direktur PT Bumades Nisami, badan usaha yang didirikan masyarakat desa Meunasah Rayeuk untuk mendorong sektor pertanian di desanya.
Salah satu produk unggulan dari Bumades Nisami adalah benih padi IF8 yang dikembangkan Tengku Munirwan dengan kelompok tani di desanya dari benih padi bantuan dari pemerintah Aceh yang diberikan secara cuma-cuma.
“Di Aceh itu memang ada tradisi, hasil panen padi di bagi 2 satu dikonsumsi atau djiual, kemudian setengah disimpan dijadikan benih untuk penanaman berikutnya.”
Tengku Munirwan mengaku dirinya hanya korban dari sistem komunikasi yang buruk dan aturan yang tumpang tindih diantara lembaga pemerintah, khususnya Kementerian Pedesaan dan Kementerian Pertanian. Tengku Munirwan mengaku dirinya hanya menjalankan program Kementerian Pedesaan (Kemendes) yang disisi lain ternyata dinilai melanggar aturan oleh Kemnterian pertanian
“Program pengembangan benih ini kita mulai sejak 2018 dan saya baru dapat peringatan Juni 2019, setelah sudah mengedarkan benih.”
Ia juga menolak disebut memperjualbelikan benih, tetapi petani dari kelompok tani meminta dan membelinya karena terikat komitmen mendukung inovasi sesama rekan petani yang merupakan bagian dari program Kementerian Pedesaan.
“Produk benih IF8 ini setelah saya ikutkan lomba inovasi desa akhirnya masuk dalam Bursa Inovasi Kabupaten.”
“Jadi semua desa berkomitmen untuk membudidayakan IF8 yang diproduksi BUMDES kami. Akhirnya itu kita salurkan ke desa-desa karena mereka sudah membuat kartu Komitmen bursa inovasi desa.”
“Jadi kita tidak menawarkan, tapi mereka memang diwajibkan karena sudah berkomitmen untuk memanfaatkan inovasi dari kalangan petani.” papar Tengku Munirwan.
Meski tersandung kasus hukum dan terancam sanksi pidana penjara selama 5 tahun, Tengku Munirwan mengaku tidak kapok untuk tetap berinovasi memajukan pertanian di desanya.
“Jadi niat saya hanya bagaimana desa saya bisa maju, karena dahulu desa saya ini daerah merah, daerah yang diminta paspor ketika masa darurat militer, lokasinya 50 km dari ibukota kabupaten.’
“Jadi kami hanya berusaha mengubah mindset masyarakat untuk bisa berkembang dan berdikari, salah satunya di bidang pertanian, karena di daerah kami memang 90% potensinya di pertanian.” jelanya.

Lihat Juga: AIM Dukung Penangkapan Keuchik Munirwan
Mendes dan HKTI Beri Respon Kades Ditahan di Aceh
Tagar #SaveKadesInovatif Rajai Trending Topic Twitter

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda