9 dari 10 Warga tak Sadar Alami Hepatitis

-

- Advertisment -

9 dari 10 Warga tak Sadar Alami Hepatitis

Ilustrasi.

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Pengidap hepatitis B dan C kerap tidak menyadari dirinya telah terinfeksi. Ketidaktahuan ini menyebabkannya berpotensi menularkan penyakitnya ke orang lain. Latar belakang itulah yang mendorong peringatan Hari Hepatitis Sedunia pada 27 Juli mengangkat tema “Find the Missing Millions”.
Masyarakat Kerap tak Sadar Idap Hepatitis Penyakit ini Sering Menyerang Anak-Anak, Kenali Hepatitis A dari Gejala Hingga Penanganannya Mengenal Lebih Dini Penyakit Hepatitis A.
“Tema ini yang diangkat agar kita lebih banyak menemukan kasus baru dan masyarakat perlu diingatkan lagi akan bahaya hepatitis virus,” ujar praktisi kesehatan, Dr Ari F Syam dikutip dari Republika.
Ari mengungkapkan, virus hepatitis pernah menyerang mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Akibat serangan virus hepatitis, Dahlan mengidap kanker hati dan menjalani tranplantasi hati di China sebelum menjadi dirut PLN dan menteri BUMN.
“Saya melihat masyarakat kurang peduli terhadap penyakit hepatitis, masyarakat lebih waspada terhadap kanker atau sakit  jantung, padahal penyakit infeksi virus hepatitis cukup tinggi di masyakat kita,” jelas Ari yang dokter spesialis penyakit dalam.
Saat ini, satu dari 12 penduduk dunia mengalami hepatitis B atau hepatitis C dan penyakit ini menjadi penyebab seseorang mengalami penyakit kronis dan kematian lebih parah dari TBC, HIV atau Malaria. Masalahnya, ada 9 dari 10 orang yang tidak menyadari hidup dengan orang penderita hepatitis.
Ari mengatakan, masyarakat memang harus selalu diingatkan akan bahaya infeksi virus ini. Sejauh ini ada beberapa jenis virus yang bisa menyebabkan radang hati atau hepatitis, antara lain Hepatitis virus A,B,C,D dan E.
Ari menjelaskan, orang dengan hepatitis B atau hepatitis C kronis biasanya tidak mengalami gejala akut. Mereka tidak menyadari bahwa dalam dirinya terdapat infeksi hepatitis B atau C.
“Perlahan, tapi pasti, orang yang sudah terkena infeksi virus hepatitis mengalami kerusakan pada hatinya sampai terjadi penciutan hati atau sirosis hati,” jelasnya.

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda