Luhut Akui Senang Jadi Tentara Ketimbang Menteri

-

- Advertisment -

Luhut Akui Senang Jadi Tentara Ketimbang Menteri

KLIKKABAR.COM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa dirinya lebih senang saat menjadi tentara ketimbang menjadi menteri seperti sekarang.

Menurut pria kelahiran Toba Samosir, 28 September 1947 ini, hidup di dunia militer lebih menyenangkan dan memberi lebih banyak warna.

“Enak jadi tentara, karena saya memang bermimpi jadi pasukan khusus. Saya menikmati kehidupan di tentara dengan rona-rona kehidupannya,” ujar Luhut dilansir dari laman Aspek.id, Sabtu (2/5).

Setelah menjadi komandan pun, Luhut mengaku harus memiliki sikap yang tegas dan tidak asal ngomong serta harus selalu memberikan contoh yang baik bagi para prajuritnya.

“Kalau mau jadi pemimpin yang baik intinya ya ketauladanan,” tutur pria yang pensiun dengan pangkat Jenderal ini.

Luhut juga mengisahkan bahwa untuk menjadi seorang komandan, bukan sesuatu yang mudah. Hal ini dikarenakan Luhut berasal dari keluarga sederhana dan ayahnya hanya berprofesi sebagai sopir.

“Tidak usah berkecil hati kamu anak siapa. Karena bapak saya hanya sopir dan bapaknya Pak Presiden Jokowi juga tukang kayu,” timpal Luhut.

Profil Singkat Luhut

Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A.  lahir di Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatra Utara, 28 September 1947. Putra Batak ini merupakan anak ke-1 dari 5 bersaudara pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida Naiborhu. Ia menikah dengan Devi Simatupang dan memiliki 4 anak, yaitu: Paulina, David, Paulus dan Kerri Pandjaitan.

Luhut adalah lulusan terbaik dari Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970. Pada Tahun 1967, Luhut masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) bagian Darat dan 3 tahun kemudian meraih predikat sebagai Lulusan Terbaik pada tahun 1970, sehingga mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa.

Karier militernya banyak dihabiskan di Kopassus TNI AD. Di kalangan militer dikenal sebagai Komandan pertama Detasemen 81. Berbagai medan tempur dan jabatan penting telah disandangnya; Komandan Grup 3 Kopassus, Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), hingga Komandan Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Darat.

Ketika menjadi perwira menengah, pengalamannya berlatih di unit-unit pasukan khusus terbaik dunia memberinya bekal untuk mendirikan sekaligus menjadi komandan pertama Detasemen 81 (sekarang Sat-81/Gultor) kesatuan baret merah Kopassus, menjadi salah satu pasukan khusus penanggulangan terorisme terbaik di dunia.

Pada 1999 Presiden B.J. Habibie mengangkatnya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Singapura di era krusial awal Reformasi. Kepiawaian Luhut dalam diplomasi dianggap mampu mengatasi hubungan kedua negara yang sempat terganggu dan kurang selarasnya komunikasi antar pemimpin negara sepeninggal Presiden Soeharto.

Dalam 3 bulan pertama masa jabatannya, ia mampu memulihkan hubungan kedua negara ke tingkatan semula. Lalu pada masa Presiden Abdurrahman Wahid, Luhut ditarik dari Singapura sebelum masa baktinya berakhir.

Gus Dur mempercayakannya sebagai Menteri Perdagangan dan Industri Republik Indonesia walau dalam periode yang singkat (2000-2001), sesingkat usia pemerintahan Gus Dur. Presiden di era pemerintahan selanjutnya pun bermaksud untuk mempercayakannya kembali sebagai Menteri, tetapi Luhut menolaknya karena ia menjaga etika terhadap Gus Dur.

Pada 31 Desember 2014, Luhut dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan Indonesia yang pertama oleh Presiden Joko Widodo. Pada 12 Agustus 2015, Luhut ditetapkan oleh Presiden menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan sebelum dipindahkan lagi menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada 27 Juli 2016.

Luhut kemudian dipilih kembali pada masa Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf Amin periode 2019–2024 sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda