Derita Alia, Anak Tukang Cuci Penderita Thalasemia di Aceh Timur

-

- Advertisment -

Derita Alia, Anak Tukang Cuci Penderita Thalasemia di Aceh Timur

Alia Safira dan ibunya, Suriana. (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Alia Safira punya kehidupan yang tidak sama seperti kebanyakan anak-anak lainnya. Masa pertumbuhan seusianya yang seharusnya digunakan untuk mengenal dunia luas tidak bisa dirasakan maksimal oleh Alia yang lahir pada 26 Desember 2011 itu.

Alia Safira sejak 2016 silam divonis mengidap penyakit Thalasemia atau sejak ia berumur 5 tahun. Ia mengalami kelainan berupa gangguan pembentukan sel darah merah yang selalu mudah pecah dan kadar Hemoglobin (Hb) yang sangat rendah sehingga mengakibatkan anemia kronis.

Baca: Ratapan Nurlela, Istri Nelayan Aceh yang Ditangkap di Myanmar

Ia bahkan sempat mengalami koma pada awal 2016 silam sehingga saat itu harus dilarilan ke RSUZA Banda Aceh dan menjalani perawatan selama 20 hari. Sejak saat itu, pertumbuhan Alia menjadi terganggu, imbas dari penyakit tersebut.

Kepada Klikkabar.com, Suriana, sang ibunda menceritakan bahwa sudah 3 tahun lamanya ia mendampingi putri ketiganya itu untuk bolak balik ke rumah sakit untuk berobat. Alia dikatakannya harus cuci darah 2 minggu sekali setelah di tahun pertama sebelumnya hanya diharuskan sebulan sekali.

“Setiap berobat harus ke Langsa, 1 jam jaraknya dari Idi. Yang membuat saya sedih, biaya untuk trasnportasi ini sering tidak ada,” kata Suriana saat Klikkabar.com bertandang ke rumahnya bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Idi Rayeuk di Gampong Tanjong, Jum’at (1/3/2019).

Baca: 6 Peraturan di Aceh yang Bikin Heboh

Suriana yang tidak memiliki pekerjaan tetap, selama ini mengatakan hanya mengandalkan tenaganya menjadi tukang cuci untuk menghidupi keluarganya. Itu pun, jika ada tetangga yang menyuruhnya untuk mencuci sehingga hal ini menyebabkan proses pengobatan Alia tidak maksimal lantaran penghasilannya sangat jauh dibawah kata cukup.

Kondisi keuangan seperti itu juga memaksa putri pertama dan keduanya untuk tidak lagi bersekolah. Mauliza (18) hanya bersekolah sampai kelas 2 SMP sedangkan adiknya, Lutfia (15) hanya bisa mengecap pendidikan di tingkat dasar.

Baca: Kisah Kak Ummi, Janda Miskin yang Rawat Anak Lumpuh di Aceh Timur

“Dimana saya harus mencari biaya, sedangkan untuk makan saja kami sekeluarga sangat susah,” imbuh perempuan yang mengaku telah ditinggal oleh suaminya saat Alia masih berusia beberapa bulan.

Di sisi lain, Suriana juga sangat mengharapkan uluran tangan para dermawan untuk membantu biaya pengobatan putri bungsunya itu.

“Selama ini saya hanya bisa berdoa, supaya anak saya bisa rutin berobat dan bisa sembuh agar bisa bermain bersama anak-anak seusianya,” lirih Suriana.

Baca Juga: Rocky Tak Setuju Bulan Bintang Berkibar Sembarangan

Kala Bupati Rocky Hapus Kesedihan Warganya

Rumah Layak Huni untuk Jarot, Pria Mualaf di Aceh Timur

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda