(Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.com)
KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Nama lengkapnya Ummi Hafifah. Wanita yang kini genap berusia setengah abad itu hidup di rumah sederhana peninggalan sang suami yang telah meninggal dunia pada November 2018 lalu di Desa Gampong Jawa, Kec. Idi Rayeuk, Kab. Aceh Timur, Provinsi Aceh.
Kesehariannya, wanita yang akrab dipanggil Kak Ummi itu berprofesi sebagai tukang parkir di Pajak Ikan Kota Idi. Profesi itu ia kerjakan lantaran saat ini ia menjadi tulang punggung bagi keluarga sehingga mau tak mau ia harus bekerja ekstra keras.
Tidak hanya untuk menghidupi keluarga saja, Kak Ummi juga harus memikirkan biaya untuk proses pengobatan anak sulungnya, Indra Wahyu (23) yang sakit hingga menderita lumpuh. Disamping bekerja, Kak Ummi juga mengurusi Indra yang hanya bisa terbaring lemah tak berdaya bahkan untuk bicara saja ia tidak mampu.
Saat Klikkabar.com berkunjung ke kediamannya, Selasa (29/1/2019), Kak Ummi bercerita bahwa anaknya telah lumpuh selama kurang lebih 8 bulan. Kecelakaan yang menimpa Indra pada tahun 2008 silam lah yang menjadi penyebabnya.
“Awalnya sempat berobat dan ada tanda-tanda membaik tapi pada 2015 mulai sakit-sakitan lagi. Dulu bahkan sempat koma 20 hari dan harus dirawat di Banda Aceh,” kisahnya.
Baca Juga: Kala Bupati Rocky Hapus Kesedihan Warganya
Meski biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah melalui BPJS, namun Kak Ummi mengaku kesulitan untuk membawa anaknya ke rumah sakit. Selain ketiadaan anggota keluarga, Kak Ummi juga tidak punya biaya untuk bolak balik ke rumah sakit apalagi untuk biaya rujukan jika dibawa ke Banda Aceh.
“Untuk biaya kehidupan sehari-hari aja susah, bahkan untuk beli popok saja tidak ada apalagi membawanya ke rumah sakit,” keluhnya seraya mengaku saat ini ia juga menghidupi salah satu anak saudaranya yang telah yatim pintu.
Di akhir pembicaraan, dengan mata berkaca-kaca, Kak Ummi berharap ada pihak atau dermawan yang mau menolong meringankan beban hidup yang selama ini ditanggung terutama pasca ditinggal oleh suaminya.
“Saya hanya bisa berusaha sebisa mungkin. Semoga nanti ada yang mau berbaik hati untuk membantu proses penyembuhan anak saya,” tutupnya.
Baca Juga: Rumah Layak Huni untuk Jarot, Pria Mualaf di Aceh Timur
Ratapan Nurlela, Istri Nelayan Aceh yang Ditangkap di Myanmar
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan