Polisi Buru Rombongan Penerobos Ring 1 yang Ditendang Paspampres

-

- Advertisment -

Polisi Buru Rombongan Penerobos Ring 1 yang Ditendang Paspampres

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Pihak kepolisian saat ini sedang memburu identitas rombongan ‘anak motor’ yang rekaman videonya viral usai ditendang oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

“Kalau sudah minta untuk menelusuri identitas pengendara motor, dimulai dari keterangan saksi yang ada di lokasi, termasuk di media sosial,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (27/2).

Disebutkan, polisi akan melakukan klarifikasi kepada para pemotor tersebut untuk menggali ada-tidaknya pelanggaran aturan lalu lintas oleh pemotor tersebut.

Selain aturan lalu lintas, pihaknya akan menyelidiki indikasi adanya pelanggaran protokol kesehatan oleh rombongan pemotor.

Fahri menegaskan, pada masa pandemi, rombongan pemotor yang melakukan Sunday morning riding (sunmori) harus tetap mematuhi aturan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Tindakan tegas dikatakannya sebagaimana dilansir dari Detikcom, telah disiapkan polisi jika pemotor tersebut terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Kayak kemarin kan dia terlihatnya menerobos water barrier yang sudah ditutup, dia nabrak lurus, berarti kan ada tindakan-tindakan lain yang terjadi, makanya kita akan klarifikasi ke pengemudinya. Kita akan lihat pelanggaran apa yang bisa kita dapatkan di situ, kita akan melakukan penindakan secara SOP,” ungkap Fahri.

Sebelumnya, Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf Wisnu Herlambang menjelaskan, tindakan salah satu anggota tersebut dilakukan karena pengendara motor sport nekat menerobos meski sudah dicoba untuk dihentikan. 

Lokasi kejadian di Jalan Veteran III yang dilalui para pengendara motor sport pada Minggu (21/2) lalu itu, memang ditutup untuk umum karena sedang ada PAM Instalasi VVIP yakni kantor wakil presiden.

Pihak kepolisian pun sudah memasang cone di ujung jalan sebagai penanda bahwa akses masuk ditutup. 

“Kalau menerobos masuk Ring 1 itu sudah merupakan ancaman atau masuk ke dalam hakikat ancaman terhadap instalasi VVIP. Ada buku petunjuk teknisnya kita untuk melaksanakan prosedurnya,” jelas Wisnu dalam keterangannya, Jumat (26/2)

Wisnu juga menilai bahwa tendangan yang dilakukan anggota Paspampres sama sekali bukan tindakan yang berlebihan. Bahkan, menurutnya tindakan anggota paspampres dengan menendang terbilang paling ringan.

Menurut aturan yang ada, tindakan penerobosan kawasan VVIP bisa dilumpuhkan dengan ditembak. 

“Kalau itu hanya ditendang, tidak dipukul. Sebetulnya itu sudah tindakan paling ringan. Kalau sudah menerobos, aturannya ditembak karena sudah mengancam. Kita kan nggak tahu dia menerobos mau apa, mau sabotase atau mau apa,” ujar Wisnu. 

Tindakan yang dilakukan anggota paspampres adalah bentuk kewaspadaan. Paspampres, ujar Wisnu, tidak bisa menduga-duga saja pihak yang menerobos masuk kawasan Ring 1 punya tujuan khusus apa, sehingga harus dilumpuhkan.

Ditambahkan juga, kawasan Ring 1 di sekitar Istana Kepresidenan Jakarta memang kerap digunakan sebagai balap liar dengan knalpot racing. Hal itu dinilai melanggar UU Lalu Lintas dan melanggar UU Jalan.

“Jalan itu kan untuk umum, bukan untuk balapan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda