Survei: 5 Alasan Warga Tidak Puas Kinerja Jokowi-Ma’ruf

-

- Advertisment -
Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp
Telegram
LINE

Survei: 5 Alasan Warga Tidak Puas Kinerja Jokowi-Ma’ruf

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei kinerja satu tahun Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin. Hasilnya, 64,6% responden puas dengan kinerja Jokowi.

“Sebesar 64,6% publik puas dengan kerja Presiden Joko Widodo. Yang tidak puas 33,1 %, tidak tahu/tidak jawab (2,3) %,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari dikutip dari siaran persnya, Kamis (5/11/2020).

Menurutnya, responden yang puas dan tidak puas dengan kinerja Jokowi memiliki berbagai alasan. Mereka yang puas melihat hasil kerja nyata Jokowi yaitu banyaknya pembangunan inftastruktur. Jokowi dinilai merakyat, baik, dan sederhana.

Mereka yang tak puas mengungkapkan kebijakan Jokowi pada tahun pertama tidak menguntungkan pihak tertentu, banyak pekerja asing, perekonomian Indonesia menurun. Selain itu, responden merasa lapangan pekerjaan terbatas, dan kesejahteraan masyarakat menurun.

Survei Indo Barometer menunjukkan bahwa 40,8 % responden puas dengan kerja Wapres Ma’ruf. Sedangkan, yang tidak puas jumlahnya lebih banyak yakni, 47,4 %.

“Lima alasan publik tidak puas dengan kinerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin adalah: hasil kerja nyata belum terlihat (65 %), Ma’ruf Amin tidak tegas (9,5 %), kebijakan Ma’ruf Amin terbatas (5,3 %), perekonomian Indonesia menurun (3,9 %), dan banyaj pekerja asing (2,6 %),” jelas Qodari.

Survei dihelat pada 10-17 Oktober 2020. Metode yang digunakan dalam survei ini adalah multistage random sampling. Jumlah responden yaitu, 1.200 dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,83 % pada tingkat kepercayaan 95%.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku. Responden minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp
Telegram
LINE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT

Rekomendasi untuk Anda