IAKMI: WHO Undang Menkes Bukan Berarti Sukses

-

- Advertisment -
Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp
Telegram
LINE

IAKMI: WHO Undang Menkes Bukan Berarti Sukses

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Ede Surya Dharmawan mengatakan, Menkes Terawan diundang WHO karena dianggap berhasil melaksanakan IAR, yaitu sistem review untuk melihat perjalanan penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Artinya, Indonesia dianggap berhasil menerapkan review terhadap penanganan Covid-19, bukan karena Indonesia dianggap berhasil mengatasi pandemi Covid-19. IAR pada prinsipnya jika mengikuti pandemi, pertama yang dilakukan adalah manajemen pencegahan, deteksi, dan respons,” ungkap Ede, Jumat (6/11/2020).

Faktanya, dari sisi pencegahan, Indonesia belum bisa lakukan dengan baik. Buktinya masih adanya penambahan kasus baru tiap hari yang cukup banyak, meski pun ada kecenderungan menurun dalam minggu terakhir ini. Dari sisi deteksi pun belum sesuai standar WHO, meskipun jumlahnya semakin bertambah.

Target testingnya 1 per 1.000 penduduk atau 1.000 per 1 juta penduduk per minggu. Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 267 juta orang, mestinya ada sekitar 267.000 orang per minggu. Faktanya, saat ini target belum tercapai.

“Isu lainnya adalah ketimpangan lab pemeriksa Covid-19. Jumlah lab terus bertambah hingga sekarang berjumlah sebanyak 426 lab, tetapi kebanyakan berada di Jabodetabek,” lanjut Ede..

Selain itu, setiap hari lebih dari 100 lab tidak melaporkan hasil pemeriksaan. Bisa jadi karena beban spesimen yang mau diperiksa menumpuk atau tenaganya kurang. Dari sisi respons, ketersediaan rumah sakit sudah membaik, tetapi jumlah kematian kasus yang dirawat masih tinggi.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto secara khusus diundang World Health Organization (WHO) untuk berbicara dan berbagi pengalaman dalam penanganan Covid-19 di Indonesia dalam konferensi pers secara virtual yang digelar WHO, Jumat (6/11/2020).

Terawan bersama Menkes dari tiga negara lainnya, yakni Afrika Selatan, Thailand dan Uzbekistan membahas tindak lanjut intra-action review (IAR) dalam kesiapsiagaan dan respons Covid-19 di negara masing-masing.

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp
Telegram
LINE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT

Rekomendasi untuk Anda