Berbuka dengan Manis, Waspadai 9 Gejala DM

-

- Advertisment -

Berbuka dengan Manis, Waspadai 9 Gejala DM

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Berbuka dengan kencing manis yang berlebihan patut diwaspadai. Pasalnya ini bisa berpeluang gejala penyakit diabetes mellitus (DM) tipe 2.

Diabetes tipe 2 ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin, atau menolak insulin. Hormon insulin itu sendiri adalah hormon yang membantu gula (glukosa) masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi.

Timbulnya diabetes tipe 2 bisa bertahap, dan gejalanya bisa ringan selama tahap awal. Akibatnya, banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka mengalami kondisi penyakit diabetes tipe 2.

Dilansir dari Medical News TodaToday, Jumat (16/4/2021), berikut 9 gejala DM.

1. Sering Buang Air Kecil Ketika kadar gula darah tinggi, ginjal membuang kelebihan gula dengan menyaringnya keluar dari darah. Hal ini dapat menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.

2. Meningkatnya Rasa Haus.

Sering buang air kecil yang diperlukan untuk menghilangkan kelebihan gula dari darah dapat menyebabkan tubuh kehilangan air tambahan. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan dehidrasi dan membuat seseorang merasa lebih haus dari biasanya.

3. Selalu Merasa Lapar.

Penderita diabetes seringkali tidak mendapatkan cukup energi dari makanan yang mereka makan. Sistem pencernaan memecah makanan menjadi gula sederhana yang disebut glukosa, yang digunakan tubuh sebagai bahan bakar.

3. Merasa Sangat Lelah

Diabetes tipe 2 dapat berdampak pada tingkat energi seseorang dan menyebabkan mereka merasa sangat lelah. Kelelahan ini terjadi akibat kurangnya gula yang berpindah dari aliran darah ke sel-sel tubuh.

4. Penglihatan Kabur

Kelebihan gula dalam darah bisa merusak pembuluh darah kecil di mata, hal ini dapat menyebabkan penglihatan kabur.

5. Perlambatan Penyembuhan Luka.

Kadar gula yang tinggi dalam darah dapat merusak saraf dan pembuluh darah tubuh, yang dapat mengganggu sirkulasi darah.

6. Kesemutan, Mati Rasa, atau Nyeri

Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi sirkulasi darah dan merusak saraf tubuh. Pada penderita diabetes tipe 2, hal ini dapat menyebabkan nyeri atau sensasi kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki.

Kondisi ini dikenal sebagai neuropati, dan dapat memburuk seiring waktu dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius jika seseorang tidak mendapatkan pengobatan untuk diabetesnya.

7. Bercak Kulit gelap Bercak kulit gelap yang terbentuk di lipatan leher, ketiak, atau selangkangan juga dapat menandakan risiko diabetes yang lebih tinggi. Tambalan ini mungkin terasa sangat lembut dan seperti beludru.

8. Gatal dan infeksi jamur Kelebihan gula dalam darah dan urin menyediakan makanan untuk jamur, yang dapat menyebabkan infeksi. Infeksi jamur cenderung terjadi pada area kulit yang hangat dan lembap, seperti mulut, area genital, dan ketiak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda