Tersangka Pembunuh Rangga Meninggal Dunia

-

- Advertisment -

Tersangka Pembunuh Rangga Meninggal Dunia

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Samsul, 36 tahun, dikabarkan meninggal dunia, Minggu (18/10/2020).

Kabar meninggalnya sang eksekutor yang membuat kemarahan luar biasa dari publik ini menyebar dengan cepat di laman media sosial WhatsApp, Minggu (18/10) pagi.

“Jam 8.45 menghembuskan napas terakhir,” bunyi pesan berantai tersebut.

Kapolres Langsa AKBP Giyarto, SH, SIK melalui Kapolsek Birem Bayeun Iptu Eko Hadianto, SE, MH saat dikonfirmasi Klikkabar.com, Minggu (18/10) siang membenarkan kabar tersebut.

“Benar Pak,” katanya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Rangga, 9 tahun, meninggal dunia usai dibunuh saat hendak berupaya menyelamatkan ibunya, D (28) dari keganasan S (36), pelaku pemerkosa ibunya sekaligus pria yang menghabisi nyawanya.

Residivis kasus pembunuhan yang menjalani kurungan penjara di Lapas Tanjung Gusta, Sumatera Utara ini baru dibebaskan lebih kurang 4 bulan lalu karena mendapatkan asimilasi Covid-19.

Jenazah tersangka Samsul. (Foto: Ist)

Kronologis

Peristiwa memilukan itu terjadi di salah satu desa yang ada di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur pada Sabtu (10/10/2020) tengah malam saat suami korban sedang tidak berada di rumah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, suami korban tidak berada di rumah karena pergi mencari ikan di sungai dan baru kembali pada pagi harinya.

Ketiadaan suami korban di rumah membuat pelaku dengan leluasa masuk ke dalam rumah saat korban dan anak lelakinya itu sedang tertidur pulas.

Diduga, pelaku telah mengetahui persis keadaan di rumah korban karena setiap hari pelaku melewati kawasan tersebut ketika pergi ke ladang.

Tidak hanya itu, lokasi rumah korban juga berjauhan dengan pemukiman rumah penduduk, sehingga saat korban berteriak minta tolong, tidak ada warga yang mendengarnya.

Lantas saat ibunya beteriak minta tolong, Rangga terbangun dan seketika hendak menolong. Namun, alih-alih menolong, dia malah diserang secara membabi buta oleh pelaku.

Korban kemudian dimasukkan ke dalam goni oleh pelaku dan bersama ibunya diseret serta dibawa keluar menuju ke arah sungai.

Setibanya disana, pelaku yang diketahui masih lajang itu melampiaskan nafsu bejatnya kepada ibu muda tersebut. Setelah itu, pelaku melarikan diri.

Korban kemudian dengan tertatih bangkit dan pergi mencari bantuan serta memberitahukan peristiwa yang menimpanya itu kepada warga sekitar. Informasi selanjutnya diteruskan ke Polsek Birem Bayeun dan Polres Langsa.

Penangkapan Pelaku dan Penemuan Jenazah

Korban selanjutnya dibawa ke pusat kesehatan pelayanan masyarakat terdekat, untuk mendapatkan pertolongan medis. Pencarian pun segera dilakukan. Masyarakat tanpa dikomandoi pun turut serta bahu membahu membantu proses pencarian.

Polisi dibantu TNI, tim SAR dan masyarakat selanjutnya berusaha untuk mencari keberadaan jenazah Rangga yang diduga dibuang serta menangkap pelaku.

Proses pencarian berhasil dan pelaku akhirnya berhasil ditangkap pada Minggu (11/10) pagi. Polisi menghadiahi 3 timah panas di kaki pelaku sedangkan jenazah Rangga ditemukan pada sore harinya di pinggir sungai, tak jauh dari lokasi kejadian.

Setelah dibawa pulang dari rumah sakit, korban kemudian dibawa pulang untuk dikebumikan hari itu juga, disaksikan oleh pihak keluarga dan para pelayat lainnya.

Hasil visum oleh tim medis di RSUD Langsa menyebutkan, penyebab kematian korban akibat putusnya nadi besar di sebelah kiri.

Rangga mengalami luka bacokan dan tusukan yang cukup banyak mulai dari pundak kiri, leher kiri, rahang kiri, tangan kanan, jari dan lengan kanan bawah.

Tidak hanya itu, Rangga juga mengalami luka tusuk di leher depan, bahu kiri serta luka sayatan di leher kiri dan luka kanan di bagian dada bawah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda