Rangga, Simbol Perlawanan Terhadap Kekerasan Perempuan dan Anak

-

- Advertisment -

Rangga, Simbol Perlawanan Terhadap Kekerasan Perempuan dan Anak

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Kasus pembunuhan yang menimpa Rangga, bocah laki-laki berusia 9 tahun di Aceh, menyita perhatian yang sangat luas dari publik.

Rangga dibunuh saat hendak berupaya menyelamatkan ibunya, D (28) dari keganasan S (46), pelaku pemerkosa sekaligus pria yang menghabisi nyawanya.

Perbuatan bejat yang dilakukan oleh S pun menuai kemarahan masyarakat. Seperti yang terlihat dari komentar yang dilontarkan oleh netizen di laman media sosial. Mereka ramai-ramai meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

Terlebih, pelaku juga merupakan residivis kasus yang sama dan kali ini kembali melakukan dua tindakan kriminal sekaligus yakni pembunuhan dan pemerkosaan.

“Pelaku residivis kasus pembunuhan menjalani 15 sampai 18 tahun kurungan penjara di Lapas Tanjung Gusta, Sumatera Utara dan baru dibebaskan lebih kurang 4 bulan lalu karena mendapatkan asimilasi Covid-19,” kata Kapolres Langsa AKBP Giyarto, SH, SIK melalui Kapolsek Birem Bayeun Iptu Eko Hadianto, SE, MH kepada Klikkabar.com, Senin (12/10).

Kronologis

Peristiwa memilukan itu terjadi di salah satu desa yang ada di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur pada Sabtu (10/10/2020) tengah malam saat suami korban sedang tidak berada di rumah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, suami korban tidak berada di rumah karena pergi mencari ikan di sungai dan baru kembali pada pagi harinya.

Ketiadaan suami korban di rumah membuat pelaku dengan leluasa masuk ke dalam rumah saat korban dan anak lelakinya itu sedang tertidur pulas.

Diduga, pelaku telah mengetahui persis keadaan di rumah korban karena setiap hari pelaku melewati kawasan tersebut ketika pergi ke ladang.

Tidak hanya itu, lokasi rumah korban juga berjauhan dengan pemukiman rumah penduduk, sehingga saat korban berteriak minta tolong, tidak ada warga yang mendengarnya.

Rumah korban. [Foto: Maimunzir/PWI Aceh Timur]

Lantas saat ibunya beteriak minta tolong, Rangga terbangun dan seketika hendak menolong. Namun, alih-alih menolong, dia malah diserang secara membabi buta oleh pelaku.

Korban kemudian dimasukkan ke dalam goni oleh pelaku dan bersama ibunya diseret serta dibawa keluar menuju ke arah sungai.

Setibanya disana, pelaku yang diketahui masih lajang itu melampiaskan nafsu bejatnya kepada ibu muda tersebut. Setelah itu, pelaku melarikan diri.

Korban kemudian dengan tertatih bangkit dan pergi mencari bantuan serta memberitahukan peristiwa yang menimpanya itu kepada warga sekitar. Informasi selanjutnya diteruskan ke Polsek Birem Bayeun dan Polres Langsa.

Penangkapan dan Penemuan Jenazah

Korban selanjutnya dibawa ke pusat kesehatan pelayanan masyarakat terdekat, untuk mendapatkan pertolongan medis. Pencarian pun segera dilakukan. Masyarakat tanpa dikomandoi pun turut serta bahu membahu membantu proses pencarian.

Polisi dibantu TNI, tim SAR dan masyarakat selanjutnya berusaha untuk mencari keberadaan jenazah Rangga yang diduga dibuang serta menangkap pelaku.

Proses pencarian berhasil dan pelaku akhirnya berhasil ditangkap pada Minggu (11/10) pagi sedangkan jenazah Rangga ditemukan pada sore harinya di pinggir sungai, tak jauh dari lokasi kejadian.

Setelah dibawa pulang dari rumah sakit, korban kemudian dibawa pulang untuk dikebumikan hari itu juga, disaksikan oleh pihak keluarga dan para pelayat lainnya.

Hasil visum oleh tim medis di RSUD Langsa menyebutkan, penyebab kematian korban akibat putusnya nadi besar di sebelah kiri.

Rangga mengalami luka bacokan dan tusukan yang cukup banyak mulai dari pundak kiri, leher kiri, rahang kiri, tangan kanan, jari dan lengan kanan bawah.

Tidak hanya itu, Rangga juga mengalami luka tusuk di leher depan, bahu kiri serta luka sayatan di leher kiri dan luka kanan di bagian dada bawah.

Bacokan dan tusukan berkali-kali yang dialami oleh Rangga setidaknya telah membuka mata hati kita bahwa sejatinya kehormatan keluarga merupakan sesuatu yang sangat berharga sehingga pantas untuk diperjuangkan.

Meski tantangan dan resiko yang harus dihadapi terkadang sangat berat, seperti nyawa yang dipertaruhkan Rangga untuk membela sang ibunda dari pria yang hendak menodai wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya itu.

Tidak hanya itu, Rangga seolah telah menjadi simbol perlawanan terhadap kasus kekerasan yang selama ini sering dialami oleh perempuan dan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian serta penanganan serius pemerintah.

Selamat jalan pahlawan keluarga. Surga menyambutmu Nak!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda