Pelajar Yahudi Bangun Masjid di Inggris

-

- Advertisment -

Pelajar Yahudi Bangun Masjid di Inggris

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Surat kabar Inggris, The Sun, menerbitkan beberapa gambar unik dari masjid tertua Inggris yang dibangun pada era Victoria.

Gambar-gambar luar biasa ini menunjukkan awal abad ke-20 dari masjid pertama di Inggris, Masjid Shah Jahan. Bangunan ibadah ini dibangun pada 1889, sekitar 50 km sebelah barat daya ibu kota London. Masjid yang indah ini dirancang oleh arsitek William Isaac Chambers. Dia menggabungkan elemen arsitektur Timur Tengah, kubah, menara dan halaman.

Dilansir di About Islam, Senin (30/11/2020), gambar-gambar tersebut menunjukkan sejarah masjid yang menampung keluarga kerajaan dan rakyat jelata di halamannya, untuk merayakan Hari Besar Islam. Beberapa gambar menunjukkan jamaah Muslim melaksanakan shalat Idul Fitri pada tahun 1916, selama Perang Dunia I.

Adalah pelajar Gottlieb Wilhelm Leitner asal Hongaria Yahudi yang mempelajari bahasa dan budaya India dan Timur Tengah  yang belajar di King’s College London.  Kemudian dia menjadi Profesor Bahasa Arab dan Hukum Muslim. Leitner kemudian menjadi Kepala Sekolah Universitas Negeri di Pakistan. Pada tahun 1881, ia kembali ke Inggris untuk mendirikan pusat studi bahasa, budaya dan sejarah oriental.

Dia lantas menemukan bentuk bangunan yang cocok dan membangun masjid untuk kepentingan siswa Muslim. Hal ini diproyeksikan di salah satu gambar saat ia berbagi meja pada perayaan Idul Adha tahun 1916.

Masjid tersebut mengusung nama Sultan Shah Jahan, Begum dari Bhopal, yang sebagian mendanai masjid tersebut. Shah Jahan adalah salah satu dari empat penguasa wanita berturut-turut atau “Begum” dari bekas negara bagian Bhopal India antara tahun 1819 dan 1926. Masjid Shah Jahan adalah tempat ibadah bagi anggota Muslim rumah tangga Ratu Victoria termasuk Abdul Karim, subjek film Victoria & Abdul 2017.

Dikutip dari ihran, ketika Leitner meninggal pada 1899, masjid itu tidak digunakan lagi. Kemudian, umat Islam memperbaikinya dan membuka kembali pada tahun 1913.  Selama Perang Dunia I, imam masjid mengajukan petisi kepada pemerintah Inggris untuk memberikan tanah di dekat masjid sebagai kuburan. Permohonan itu diberikan yakni 19 tentara British Indian dimakamkan pada 1917. Karya berjudul Islamic Review diterbitkan dari masjid Woking ini, termasuk terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Inggris dan publikasi lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda