MK Terima 40 Permohonan Sengketa Pilkada 2020

-

- Advertisment -

MK Terima 40 Permohonan Sengketa Pilkada 2020

KLIKKABAR.COM, JAKARTA –  MK hingga Jumat (18/12/2020) pukul 18.00 WIB menerima 40 permohonan perselisihan hasil pilkada yang terdiri atas pemilihan bupati dan wali kota. Dikutip dari laman Mahkamah Konstitusi di Jakarta, Sabtu (19/12/2020), permohonan perselisihan hasil Pilkada disampaikan secara langsung ke Gedung MK maupun daring.

Peserta pilkada yang melaporkan sengketa hasil pilkada pada Rabu (16/12/2020) berasal dari hasil pemilihan bupati Kaimana dan Lampung Tengah.  Pada Kamis (17/12/2020), permohonan yang masuk adalah hasil pemilihan bupati Rembang, Sumba Barat, Belu, Raja Ampat, Penukal Abab Lematang Ilir, Pangandaran, Kotawaringin Timur, Sekadau, Taliabu, Halmahera Selatan, Banggai, Ogan Komering Ulu, Konawe Kepulauan, Karo (2 perkara), Bulukumba dan Musi Rawas Utara.

Pada Jumat (18/12/2020), permohonan yang diterima Mahkamah Konstitusi dari hasil pemilihan bupati Kepulauan Aru, Labuhanbatu Selatan, Pesisir Barat, Mamberamo Raya, Sorong Selatan, Konawe Selatan, Ogan Komering Ulu Selatan, Halmahera Timur, Sorong Selatan, Purworejo, Tojo Una-Una, Teluk Wondama, Pahuwato, Halmahera Timur, Malaka, Lingga dan Tapanuli Selatan.

Pengajuan permohonan perselisihan hasil pemilihan bupati dan wali kota hingga 29 Desember 2020, sedangkan untuk gubernur hingga 30 Desember 2020. Setelah itu, tahapan selanjutnya perbaikan permohonan dan pemeriksaan pendahuluan dijadwalkan berlangsung pada 26-29 Januari 2020 dan pemeriksaan persidangan pada 1-11 Februari 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda