KKP Bangun Model Klaster Tambak Udang Nasional di Aceh Timur

-

- Advertisment -

KKP Bangun Model Klaster Tambak Udang Nasional di Aceh Timur

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun percontohan model klaster kawasan tambak udang seluas 5,1 hektare di Gampong Matang Rayeuk, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur.

Pembangunan ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas seperti bak tandon, bak distribusi air baku, petak pemeliharaan, saluran buang dan panen serta Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

“Aceh Timur memiliki potensi lahan yang efektif untuk dikembangkan menjadi kawasan budidaya udang, seperti terhindar dari potensi sumber cemaran serta didukung oleh sarana dan prasarana seperti jalan, listrik dan saluran irigasi”, ujar Slamet Soebjakto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP dalam keterangannya di Jakarta, Jum’at (24/7).

Slamet mengharapkan langkah ini dapat didukung oleh masyarakat Aceh Timur serta unsur-unsur pemerintah daerah lainnya.

“Saya mengajak pemerintah daerah untuk berkomitmen mengembangkan budidaya tambak udang kluster berkelanjutan ini”, kata Slamet.

“Model klaster kawasan budidaya udang ini prinsipnya mengatur desain dan tata letak tambak udang yang terdiri dari petak pembesaran, petak tandon dan petak reservoir. Selain itu menggunakan benih dan sarana produksi yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan produktivitas tambak”, jelasnya.

Lanjutnya, dengan model kluster ini produktivitas bisa ditingkatkan serta mengedepankan pengelolaan teknis yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan, disamping manajemen pengelolaan yang dilakukan secara kolektif.

Slamet mencontohkan, model budidaya udang berkelanjutan ini telah diterapkan dan terbukti berhasil seperti di Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat yang mampu menghasilkan produktivitas sebesar 45 ton per hektar.

Selain di Aceh Timur, model kluster kawasan tambak udang ini akan dibangun juga di beberapa kabupaten lainnya di Indonesia yaitu di Lampung Selatan-Lampung, Cianjur-Jawa Barat, Sukamara-Kalimantan Tengah dan Buol di Sulawesi tengah.

Slamet juga mengatakan saat ini KKP tengah melakukan harmonisasi regulasi dan aturan termasuk dengan para Pemerintah Daerah agar mendorong kemudahan dan menjamin perlindungan guna terciptanya iklim usaha yang kondusif.

Sementara itu Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee, M. Tahang menjelaskan bahwa kluster budidaya udang vaname yang berada di Kabupaten Aceh Timur merupakan inisiasi dari pemerintah kepada masyarakat untuk dijadikan contoh dalam menggunakan teknologi budidaya dan kami selalu berkomitmen membantu masyarakat untuk meningkatkan produksi perikanan terutama pada kegiatan budidaya udang.

M. Tahang menambahkan, kontribusi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan stakholder serta peran masyarakat sangat penting dalam pembangunan tambak kluster ini dalam rangka meningkatkan produksi perikanan budidaya berkelanjutan.

Sebagai informasi, KKP berikan dukungan berupa 1 Paket Klaster Udang Berkelanjutan senilai Rp. 7.467.800.000 untuk Aceh Timur, Bantuan Bioflok sejumlah 7 paket senilai Rp. 1.400.000.000 kepada 1 pokdakan di Aceh Timur, 3 pokdakan di Aceh Utara, 2 pokdakan di Aceh Besar dan 1 pokdakan di Kabupaten Sumatera Utara.

Kemudian, bantuan Excavator sejumlah 1 paket senilai Rp. 1.331.000.000 kepada 1 pokdakan di Aceh Tamiang, Bantuan pakan mandiri sejumlah 68 ton senilai Rp. 408.000.000 kepada 15 pokdakan antara lain 13 pokdakan di Aceh Timur dan 3 pokdakan di Aceh Besar.

Selanjutnya Bantuan PITAP sejumlah 1 paket senilai Rp. 255.000.000 Kepada 1 pokdakan di Aceh Tamiang, dan bantuan benih udang/ikan sejumlah 7.151.950 ekor senilai Rp. 110.244.250 kepada 6 pokdakan di Aceh Timur, 3 pokdakan di Bireuen dan 3 pokdakan di Aceh Besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda