Tiba-tiba Turki & Arab Tutup Penerbangan Internasional

-

- Advertisment -

Tiba-tiba Turki & Arab Tutup Penerbangan Internasional

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Arab Saudi menutup penerbangan internasional selama satu pekan setelah ditemukannya jenis virus Covid-19 baru di Inggris. Seorang sumber dari Kementerian Dalam Negeri Saudi menyebut, larangan baru itu bisa saja diperpanjang selama satu minggu lagi.

Bagi semua pihak yang telah tiba di Arab Saudi dari negara-negara Eropa maupun negara-negara lain tempat virus Covid-19 baru muncul, harus mengisolasi diri di rumah selama dua minggu.

Adapun masyarakat yang mengunjungi negara-negara itu dalam tiga bulan terakhir perlu menjalani tes Covid-19.

Turki  juga mengatakan, penerbangan dari Inggris, Denmark, Belanda, dan Afrika Selatan ditangguhkan sementara. Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, menyebut, tingkat penularan virus dengan mutasi baru ini di Inggris meningkat.

“Telah dilaporkan tingkat penularan di Inggris meningkat dengan adanya mutasi virus Covid-19. Di bawah instruksi Presiden dan berkoordinasi dengan Kementerian Transportasi dan Infrastruktur kita, penangguhan sementara telah dikeluarkan untuk penerbangan dari Inggris, Denmark, Belanda, dan Afrika Selatan menjadi negara kita,” ujar Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca dalam unggahan di Twitter-nya, dilansir di ANI News, Senin (21/12).

Menteri Fahrettin Koca juga menyebut, pihaknya akan menyediakan penerbangan khusus untuk membawa warga Turki kembali ke negaranya di tengah larangan baru tersebut.

“Dalam lingkup tindakan yang diambil atas risiko mutasi yang berasal dari Inggris, semua penumpang akan diuji dan aturan karantina akan diterapkan untuk penerbangan yang masih dalam perjalanan,” kata Koca.

pejabat kesehatan Inggris mengumumkan telah mengidentifikasi varian baru virus corona (Covid-19) yang 70 persen lebih dapat ditularkan daripada jenis virus Sars-Cov-2 lainnya. Pemerintah Inggris praktis mengunci beberapa bagian negara, termasuk London, setelah mengakui lebih dari setengah semua kasus baru yang tercatat disebabkan oleh jenis baru ini.

Ketika warga Inggris bergegas keluar dari daerah yang terkunci menjelang Natal, banyak negara memilih untuk menutup perbatasan dengan Inggris. Langkah itu dilakukan sebagai upaya mencegah impor jenis virus baru.

Varian virus corona baru tersebut disebut lebih mudah menginfeksi. Meski demikian, tampaknya mutasi baru itu tidak lebih mematikan atau menimbulkan kekhawatiran tentang vaksin. Mutasi tersebut juga telah terdeteksi di Belanda, Denmark, Afrika Selatan, dan Australia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda