Terdakwa Suap KPU Sebut Uang Rp1,5 Miliar untuk Lobi Semua Komisioner

-

- Advertisment -

Terdakwa Suap KPU Sebut Uang Rp1,5 Miliar untuk Lobi Semua Komisioner

KLIKKABAR.COM – Kader PDI-Perjuangan Saeful Bahri mengatakan fakta baru dalam siding pemeriksaan terdakwa di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Disebutkan Saeful bahwa uang sebesar Rp1,5 miliar untuk mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan juga dipergunakan untuk melobi anggota komisioner KPU lainnya.

“Uang itu untuk kebutuhan semua, sejauh sepengetahuan saya dana lobi Pak Wahyu untuk semua komisioner,” kata Saeful sebagaimana dilansir laman Antara dalam sidang yang berlangsung pada Kamis (30/4).

Saeful adalah terdakwa bersama-sama dengan caleg PDIP Harun Masiku yang didakwa menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebesar Rp600 juta agar mengupayakan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR RI Daerah Sumatera Selatan I kepada Harun Masiku.

“Saya baru tahu dana operasional itu tidak boleh sebelum ditangkap (KPK),” tambah Saeful.

Saeful mengaku ia dalam keadaan terjepit akhirnya menggunakan dana operasional yang disebutnya berasal dari Harun Masiku.

“Saat itu saya, dalam keadaan yang terjepit bahwa memang di satu sisi partai melarang kita memberi dana operasional, di sisi lain KPU tidak bergeming dengan pemintaan kita dan ada gestur permintaan uang,” ungkap Saeful.

Dalam dakwaan, Saeful bersama dengan pengacara PDIP Donny Tri Istiqomah sepakat dengan Harun Masiku pada 13 Desember 2019 untuk memberikan biaya operasional bagi Wahyu Setiawan sebesar Rp1,5 miliar dengan harapan Harun dapat dilantik sebagai anggota DPR pada Januari 2020.

Uang diserahkan pada 17 Desember 2019 dari Harun Masiku kepada Saeful sebesar Rp400 juta. Selanjutnya ditukarkan menjadi 20 ribu dolar Singapura untuk diberikan kepada Wahyu sebagai “down payment”.

Uang diberikan melalui Agustiani sedangkan sisa uang dari Harun dibagi rata Saeful dan Donny masing-masing Rp100 juta. Pada 26 Desember 2019, Harun lalu meminta Saeful mengambil uang Rp850 juta dari Patrick Gerard Masako.

Uang itu digunakan untuk operasional Saeful sejumlah Rp230 juta, untuk Donny Tri Istiqomah sebesar Rp170 juga dan kepada Agustiani Tio sejumlah Rp50 juta sedangkan sisanya Rp400 juta ditukarkan menjadi 38.350 dolar Singapura untuk DP kedua kepada Wahyu Setiawan.

Pada 8 Januari 2020, Wahyu menghubungi Agustiani agar mentransfer sebagian uang yang diterima dari Saeful yaitu sejumlah Rp50 juta ke rekening BNI atas nama Wahyu. Namun sebelum uang ditransfer, Agustiani dan Wahyu ditangkap petugas KPK dengan menyita 38.350 dolar Singapura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda