Tahun Ini, Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Idul Adha

-

- Advertisment -

Tahun Ini, Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Idul Adha

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Pemerintah memutuskan untuk meniadakan penyelenggaraan Salat Idul Adha 1441 Hijriah atau 2020 Masehi di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Peniadaaan sementara tersebut, dilakukan dengan berbagai pertimbangan, salah satunya melihat kondisi Masjid Istiqlal aat ini yang masih dalam tahap renovasi besar-besaran.

Hal itu dikatakan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar saat konferensi pers persiapan penyelenggaraan Idul Adha yang digelar melalui video conference di Jakarta, Kamis (9/7).

Dijelaskannya, saat ini proses rekonstruksi Masjid Istiqlal sudah 98% rampung. Namun demikian, Nasaruddin menilai masih ada beberapa bagian terutama di pintu masuk utama masjid belum bisa digunakan untuk menampung jumlah jemaah yang banyak pada saat penyelenggaraan salat Idul Adha, dua pekan ke depan.

Menurut Nasarudin, jika dipaksakan pasti akan berdesak-desakan dan secara teknis jemaah harus antre untuk di tes suhu badan sebelum masuk masjid, diperkirakan 3-4 jam sebelumnya.

“Jadi kita harus mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Aspek lain menyangkut lingkungan yg belum memungkinkan menampung jamaah dalam jumlah besar. Oleh karena itu masyarakat diharapkan dapat melaksanakan salat Iduladha di masjid-masjid lain  dengan tetap memperhatikan betul protokol kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, syarat pengecualian diperbolehkannya penyelenggaraan Idul Adha, yaitu terutama berkaitan dengan kelayakan tempat tersebut dilihat dari status zonasi.

“Sesuai dengan masukan dari Menteri Agama, yang dipakai landasan menetapkan zona adalah informasi detil dari Gugus Tugas pada level paling kecil dari tiap zona. Ada daerah yang dinyatakan merah, padahal di daerah tersebut ada desa yang hijau. Begitu pun sebaliknya. Nanti Gugus Tugas Daerah yang akan menentukan,” ujarnya saat konferensi pers persiapan penyelenggaraan Idul Adha yang digelar melalui video conference di Jakarta, Kamis (9/7).

Di samping itu, intensitas kemungkinan terjadinya penyebaran Covid-19 akibat dampak warga yang mudik juga akan menjadi pertimbangan. Hal tersebut untuk mengantisipasi agar penyelenggaraan Idul Adha di masa transisi new normal saat ini tidak malah menimbulkan kluster baru dari penyebaran Covid-19.

Sedangkan untuk hal-hal yang lebih operasional dari yang sudah ditetapkan oleh Menteri Agama, lebih lanjut akan didetailkan oleh kementerian/lembaga terkait yaitu Kemenko PMK, Kemenko Polhukam, Kemenag, Kemenkes, Kemenhub, Kemendagri, dan lembaga BNPB/Gugus Tugas serta Polri.

“Yang paling penting adalah kita berkaca dari penyelenggaraan salat Idul Fitri. Untuk Idul Adha kali ini harus betul-betul dikontrol agar berjalan baik sehingga dapat dipastikan tidak menimbulkan klaster baru,” tandas Muhadjir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda