Saifuddin Bantasyam: Pemerintah Perlu Menjaga Nasionalisme Kebangsaan

-

- Advertisment -

Saifuddin Bantasyam: Pemerintah Perlu Menjaga Nasionalisme Kebangsaan

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Pemerintah sangat penting menjaga perasaan anak bangsa yang sangat plural atau majemuk ini.

Jika tidak dijaga, maka akan timbul kekecewaan-kekecewaan yang pada gilirannya akan melunturkan sikap nasionalisme segenap anak bangsa. 

Sikap yang mendukung keutuhan bangsa dari berbagai bentuk gangguan dan dominasi, yang sering disebut juga dengan nasionalisme  adalah suatu sikap yang bersifat universal, bukan khas satu negara saja.

Hal penting yang perlu dicermati adalah bahwa sikap tersebut bersifat dinamis dalam artian bahwa sikap itu bisa berubah oleh berbagai sebab karena suatu keadaan tertentu pada waktu tertentu. Salah satu penyebab perubahan itu antara lain adalah oleh pemerintah sendiri.

Demikian antara lain dikatakan Saifuddin Bantasyam SH MA, dosen FH Unsyiah sebagai narasumber pada Bincang Sejarah Aceh yang dilaksanakan oleh Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Aceh pada Minggu, (25/10/2020), secara virtual.

Bincang Sejarah yang kali ini merupakan seri ke-5 mengangkat tema Nasionalisme Orang Aceh: Dari Nasionalisme Keacehan ke Nasionalisme Keindonesiaan.

Menurut Saifuddin adalah sesuatu yang alamiah jika nasionalisme bersifat dinamis atau naik turun, atau bertransformasi dari keadaan yang kuat ke keadaan yang lemah atau sebaliknya. Kedinamisan itu antara lain karena keadaan yang dihadapi di lapangan juga berubah.

“Bisa juga terjadi di mana sikap nasionalisme itu bersifat stagnan, dalam artian tetap tak berubah” ungkap Saifuddin.

Tentang nasionalisme keacehan, Saifuddin memberi pandangan bahwa saat belum menjadi bagian dari sebuah bangsa bernama Indonesia, maka nasionalisme keacehan itu menjadi sebuah contoh penting dalam sejarah bangsa.

Saifuddin menukilkan pernyataan Cut Nyak Dhien yang pada suatu ketika mengatakan bahwa saat berperang melawan  Belanda dulu, Teuku Umar memang telah syahid, tetapi banyak tokoh lain yang masih hidup, dan belum ada yang kalah, dan karena itu, kita teruskan perjuangan mereka untuk kemerdekaan bangsa Aceh.

Menurut Saifuddin, itu adalah sebuah contoh tentang kekuatan besar nasionalisme dalam mempertahankan Aceh.

“Lalu, setelah perang dengan Belanda usai, maka nasionalisme keacehan itu tadi bertransformasi. Banyak tokoh Aceh yang kemudian berada di garda depan dalam membantu persiapan kemerdekaan Indonesia, dan kemudian mengisinya dengan ragam dukungan setelah Indonesia menjadi sebuah bangsa” kata Saifuddin.

Beberapa yang masih kuat dalam ingatan adalah sumbangan pesawat, kapal laut, pendirian RRI Koetaradja dan Radio Rimba Raya, dan lain sebagainya.

Perihal nasionalisme keacehan itu meluntur ketika Teungku Muhammad Daud Beureueh mendirikan DI/TII dan Hasan Tiro mendeklarasikan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Saifuddin mengatakan bahwa hal itu dapat dibaca sebagai sebuah fakta adanya elemen di dalam masyarakat yang tidak bersimpati kepada pemerintahan di Jakarta.

“Jadi, alih-alih mencoba mempertahankan nasionalisme keindonesiaan, Hasan Tiro misalnya beriminajinasi menjadikan Aceh sebagai sebuah negara yang merdeka,” kata Saifuddin, yang dengan demikian menonjolkan kembali nasionalisme keacehan.

Atas dasar itu, Saifuddin mengatakan bahwa pemerintah memiliki tugas utama menjaga nasionalisme kebangsaan.

“Kebijakan dalam bidang politik, hukum, dan ekonomi misalnya, harus adil dan merata. Tidak boleh tebang pilih. Ketidakadilan dan tebang pilih itu bisa berujung kepada kekecewaan, sehingga mendorong memudarnya nasionalisme, ” pungkas Saifuddin.

Dalam acara yang merupakan kolaborasi antara MSI dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Aceh, turut berbicara dua narasumber lain yiatu Prof. Dr. M. Dien Madjid (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Hasballah S.S. dari MSI. Acara berlangsung dua jam penuh dan dihadiri sekitar 90 peserta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda