PN Banda Aceh Tolak Gugatan Pemilik Kapal Malaysia yang Ditangkap KKP

-

- Advertisment -

PN Banda Aceh Tolak Gugatan Pemilik Kapal Malaysia yang Ditangkap KKP

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh menolak gugatan 2 warga negara Malaysia terhadap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) atas penangkapan dua kapal milik penggugat pada Februari tahun lalu.

Sidang putusan berlangsung pada 11 Agustus 2020 lalu. Dua penggugat adalah Heng Hua Seah dan Tan Huang Hai pemilik kapal KHF 2598 dan KHF 1980.

Masing-masing gugatan masuk PN Banda Aceh pada 26 Februari 2020 atau setahun setelah penangkapan kapal.

“Jadi para penggugat ini menggugat setelah ada putusan pengadilan, bukan banding ya. Putusan penangkapan kapalnya pada 20 Juni 2019. Dua nakhoda kapalnya pun sudah dipidana,” terang Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), TB Haeru Rahayu di Jakarta, Minggu (16/8/2020).

Selain KKP, Kejaksaan Agung juga menjadi tergugat dalam kasus tersebut. Disampaikan secara terpisah, Kepala Biro Hukum dan Organisasi KKP Tini Martini menjelaskan, beberapa dasar Heng Hua Seah dan Tan Huang Hai melayangkan gugatan.



Pertama, para penggugat mengaku tidak mendapat informasi penangkapan hingga adanya putusan pengadilan dan kedua mereka meyakini kapal beroperasi di perairan Malaysia.

“Tapi fakta persidangan dan kesaksian nakhoda sendiri, bahwa para nakhoda mendapat perintah dari pemilik kapal untuk menangkap ikan di wilayah Indonesia apabila tidak berhasil menangkap ikan di wilayah Malaysia,” tegas Tini.

“Kapal KHF 1980 juga pernah menjadi barang bukti tindak pidana perikanan dengan terpidana berbeda pada Oktober 2017 di Pengadilan Negeri Medan. Putusan saat itu kapal dirampas untuk negara dan selanjutnya diserahkan kepada nelayan,” tambahnya.

Atas putusan tersebut, para penggugat harus membayar biaya perkara sebesar Rp1.292.000,00. Putusan dibacakan setelah menjalani 12 kali persidangan.

TB Haeru kembali menegaskan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui PSDKP tidak mengendorkan pengawasan bahkan saat pandemi Covid-19. Di bawah komando Menteri Edhy Prabowo, sudah 69 kapal illegal fishing ditangkap dalam kurun waktu 10 bulan terakhir.

“Sesuai arahan Pak Menteri, kekayaan laut Indonesia harus untuk nelayan Indonesia. Tidak ada tempat untuk pelaku illegal fishing dan kami komit untuk itu,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda