Negara-negara yang Menjadi Surga Bitcoin

-

- Advertisment -

Negara-negara yang Menjadi Surga Bitcoin

KLIKKABAR.COM – Saat ini ada dua komoditas yang harganya mampu bergerak melambung tinggi seiring melambatnya perekonomian dunia seiring pandemi virus Corona atau Covid-19.

Kedua komoditas itu adalah emas dan mata uang kripto (cryptocurrency), yang dalam hal ini adalah Bitcoin. Bila keperkasaan emas sudah diketahui orang banyak, meroketnya nilai tukar Bitcoin kini malah membuat orang heran.

Karakteristik transaksinya yang tak mengenal sekat wilayah negara menjadi salah satu alasan yang membuat bitcoin semakin digemari.

Bila sebagian besar masyarakat dunia masih cukup awam keberadaan bitcoin, ada juga negara-negara yang sejauh ini sudah demikian familiar dengan ragam jensi transaksi Bitcoin.

Berikut ini lima negara yang dikenal ramah terhadap bitcoin sebagaimana dilansir dari laman Aspek.id, Senin (27/4).

Singapura

Di Asia Tenggara, Singapura menjadi surganya bitcoin, meski aktivitas perdagangannya di sana juga dikenai pajak yang cukup tinggi, yaitu hingga tujuh persen.

Mengapa pajak yang dikenakan demikian tinggi? Karena pemerintah Singapura paham betul bahwa keberadaan bitcoin memiliki sejumlah keunggulan yang bila dibiarkan ditransaksikan tanpa barrier sama sekali, bisa-bisa mata uang konvensional milik negaranya jadi tak diminati lagi.

Sehingga agar peredaran bitcoin juga memberikan kontribusi nyata terhadap negara, maka pengenaan pajak tinggi dianggap sebagai jalan tengahnya.

Dan terbukti, para pengguna bitcoin masih terus bertransaksi, yang artinya tidak keberatan dengan barrier pajak setinggi itu. Semua pihak senang. Win-win solution, kan!

Swiss

Sebagai sebuah negara maju, Swiss cukup open minded terhadap keberadaan bitcoin. Perekonomian Swiss yang merupakan tertinggi di Eropa dari segi produktivitas dan kompetivitas membuat warganya juga cukup adopted terhadap berbagai transaksi menggunakan Bitcoin.

Tak tanggung-tanggung, transportasi dalam kota di sana juga telah menerima pembayaran menggunakan bitcoin. Maka jangan heran bila banyak sekali bisnis kripto bermunculan dan tumbuh pesat di Swiss.

Salah satu kotanya, Zug, bahkan oleh para pegiat cryptocurrency dianggap sebagai ‘crypto valley’ karena menjadi pusat pengembangan industri kripto layaknya Silicon Valley dalam dunia teknologi.

Malta

Boleh jadi tak semua masyarakat Indonesia mengenal negara yang berada di Eropa bagian Selatan ini. Namun, kemampuan pemerintahnya dalam memahami industri kripto dengan baik dan tepat membuat Malta hingga saat ini menjadi salah satu rujukan bagi negara-negara yang ingin menata regulasi tentang bitcoin secara lebih fair dan komprehensif.

Salah satu exchange cryptocurrency terbesar dunia, Binance, bahkan telah membuka kantor pusatnya di Malta sejak Maret 2018 lalu. Tak heran bila kemudian banyak yang menjuluki negara ini sebagai The Blockchain Island.

Amerika Serikat

Negeri Paman Sam diketahui juga cukup welcome dan bersikap positif terhadap penggunaan bitcoin di wilayahnya dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan-perusahaan besar di sana juga tak segan menerima bitcoin sebagai salah satu alat pembayaran.

Bagi pemerintah AS, bitcoin tidak dimaknai sebagai mata uang namun lebih sebagai money service business (MSB). Karenanya, bitcoin di AS bahkan sudah diperdagangkan di pasar derivative, sebuah bukti konkret bahwa keberadaan bitcoin sudah sepenuhnya diterima oleh masyarakat di sana.

Jepang

Dalam sejarahnya, Jepang tercatat sebagai ‘tempat kelahiran’ bitcoin dan teknologi blockchainnya. Maka jangan heran bila negara ini keterikatan sangat kuat dengan dunia aset kripto.

Sejauh ini, Jepang menjadi negara pertama yang mau mengadopsi, melegalkan dan mengintegrasikan bitcoin dalam sistem perekonomiannya.

Exchange cryptocurrency terbesar pertama, Mt. Gox, awal berdirinya di Jepang, dan kini tak kurang dari 32 exchange yang secara resmi beroperasi di Jepang. Di Kawasan Asia, mungkin ada China yang masyarakatnya juga sangat terbuka terhadap bitcoin dan pemanfaatan teknologi blockchain.

Bedanya, China sangat melarang penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran demi dapat melindungi mata uang negaranya. Sementara di Jepang justru pemerintahnya yang menjadi salah satu pendorong kekuatan penetrasi bitcoin di masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda