AS Distribusikan 1,5 Juta Obat Corona Pekan Depan

-

- Advertisment -

AS Distribusikan 1,5 Juta Obat Corona Pekan Depan

KLIKKABAR.COM – Pemerintah Amerika Serikat meresmikan obat Remdesivir sebagai obat virus Corona atau Covid-19. Gilead, selaku produsen Remdesivir langsung menyiapkan 1,5 juta vial.

Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan bahwa produksi baru tersebut akan mulai didistribusikan pekan depan.

“1,5 juta vial akan mulai didistribusikan ke rumah sakit pada hari Senin pekan depan,” ujar Pence sebagaimana dikutip dari Reuters via Tempo, Sabtu (2/5).

Sebelumnya, Remdesivir menunjukkan hasil positif ketika digunakan kepada pasien-pasien virus Corona.

Meski bukan vaksin dan tidak menyembuhkan secara total, Remdesivir meringankan gejala Corona dan membantu pasein pulih lebih cepat. Selain itu, Remdesivir semakin ampuh apabila digunakan saat gejala Corona di pasien belum parah.

Positifnya efek Remdesivir mendorong pemerintah Amerika untuk melakukan uji coba lebih lanjut terhadapnya. Hasilnya konsisten dengan temuan awal sehingga FDA memutuskan Remdesivir bisa segera didistribusikan dan digunakan untuk pengobatan pasien virus Corona.

Pence melanjutkan bahwa distribusi Remdesivir akan melibatkan Gilead. Keduanya akan berkoordinasi untuk menentukan rumah sakit mana saja yang bisa memperoleh donasi Remdesivir terlebih dahulu.

Pihak Gilead menyatakan, rumah sakit dengan ICU dan membutuhkan pertolongan ekstra akan menjadi prioritas utama. Adapun 1,5 juta vial Remdesivir diprediksi cukup untuk membantu 140 ribu pasien.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui kapan Remdesivir akan diproduksi dan didistribusikan untuk negara lain. Ketika Remdesivir masih dalam tahap uji coba, 181 rumah sakit di seluruh dunia terlibat di dalamnya.

Remdesivir sempat dinyatakan WHO tidak efektif untuk pengobatan Covid-19. Obat anti-viral yang awalnya ditujukan untuk pasien Ebola tersebut, menurut WHO, gagal menunjukkan perubahan signifikan ketika diujicobakan ke pasien.

Remdesivir sendiri diklaim berfungsi untuk mematikan mekanisme memperbanyak diri sebuah virus yang bisa mengancam imunitas inangnya. Gilead menyebut uji coba yang diawasi oleh WHO saat itu tidak konklusif karena uji coba diberhentikan di tengah jalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda