BPS: 3 Alasan Warga Langgar Protokol Kesehatan COVID-19

-

- Advertisment -

BPS: 3 Alasan Warga Langgar Protokol Kesehatan COVID-19

KLIKKABAR.COM, JAKARTA –  Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, banyak masyarakat yang tidak menerapkan  atau melanggar  protokol kesehatan karena tidak sanksi

“Ada tiga alasan yang paling tinggi di sana. Bahwa, 55 persen responden berpendapat karena tidak ada sanksi,” ungkap Kepala BPS  Kecuk Suhariyanto  di Jakarta, Senin (28/9/2020)

Dalam pemaparannya terkait Hasil Survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19, yang dilakukan sejak 7-14 September 2020 terungkap,  39 persen dari responden mengatakan bahwa tidak adanya kasus COVID-19 di sekitar mereka membuatnya tidak menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.  Kecuk menyebutkan, 33 persen mengatakan tak melakukan protokol kesehatan karena dirasa membuat pekerjaannya terganggu.

“Satu hal lagi pendapat dari responden adalah 19 persen tidak menerapkan protokol kesehatan karena aparat atau pimpinannya tidak memberikan contoh,”  jelas Kecuk.

Dalam presentasinya, beberapa alasan lain yang muncul adalah: harga masker, face shield, serta hand sanitizer yang cenderung mahal (23 persen), mengikuti orang lain (21 persen), dan lain-lain (15 persen). Perempuan lebih patuh pada protokol dibandingkan laki-laki ketika harus menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan.

Survei dilakukan secara daring terhadap 90.967 responden dengan 44,77 persen adalah laki-laki dan 55,23 persennya adalah perempuan. Usia responden didominasi di bawah 45 tahun (69 persen) dengan 61 persen peserta memiliki pendidikan minimal D4 atau S1. Dari segi pendidikan, tingkat pendidikan yang semakin tinggi juga akan berpengaruh pada tingkat kepatuhan mereka.

Berdasarkan umur, masyarakat berumur lebih tinggi itu lebih patuh. Jadi ada kecenderungan mereka yang mudah agak kurang mematuhi protokol kesehatan sehingga ini perlu dijadikan perhatian ketika kita melakukan sosialisasi.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda