Waspada, 143 Fintech Ilegal Hantui Indonesia

-

- Advertisment -

Waspada, 143 Fintech Ilegal Hantui Indonesia

Ilustrasi pinjaman online ilegal. (Foto: Edward Ricardo/CNBC)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Satgas Waspada Investasi (SWI) menemukan fakta bahwa terdapat 143 financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.
SWI menemukan ada 1.230 fintech yang beroperasi tanpa izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jumlah ini tercatat pada 2018 ada sebanyak 404 entitas, sedangkan pada 2019 sebanyak 826 entitas yang tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari OJK sesuai POJK Nomor 77/POJK.01/2016.
Ketua SWI, Tongam L Tobing mengatakan fintech-fintech ini sulit dihilangkan, meski tim sudah menutup kegiatannya. SWI sendiri merupakan gabungan OJK dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri).
Setelah ditutup, biasanya tidak lama kemudian ada aplikasi baru yang bermunculan, baik di Google Playstore ataupun akses lain yang mudah dijangkau masyarakat.
“Kami memanggil google untuk membantu investasi untuk menangani aplikasi yang tidak sesuai. Tapi Google juga mengalami kesulitan, jadi kami hanya bisa melakukan blokir,” katanya dilansir dari laman CNBC, Sabtu (3/8/2019).
Sebagian fintech yang bermasalah pun berasal dari luar negeri. OJK mencatat 15% dari 1.230 fintech bermasalah berasal dari Amerika Serikat (AS), 8% dari Singapra, 4% dari China, 2% dari Malaysia, dan 22% berasal dari Indonesia.
Tim SWI yang bertugas melakukan penindakan fintech ilegal menelusuri lokasi server entitas tersebut, namun 42% masih belum diketahui keberadaannya.

Lihat Juga: Triwulan I-2019, Pertumbuhan Ekonomi RI 5,07 Persen
Ekonomi Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi IMF
Putra Mahkota Arab Puji Stabilitas Politik dan Ekonomi Indonesia

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda