Penyelundupan 40 Ton Rotan dari Aceh ke Malaysia Digagalkan

-

- Advertisment -

Penyelundupan 40 Ton Rotan dari Aceh ke Malaysia Digagalkan

Rotan selundupan asal Aceh Tamiang yang disita pihai berwenang. (Dok. Bea Cukai Aceh)

KLIKKABAR.COM, MEDAN – Petugas Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan ekspor rotan yang dibawa menggunakan Kapal Motor (KM) Bintang Kejora pada 21 Juni 2019 di Perairan Pantai Keuremak, Aceh Tamiang.

KM Bintang Kejora yang berbendera Indonesia tersebut sebagaimana dilansir dari laman Sindonews, memuat rotan seberat 40 ton yang dikemas dalam 83 bundle seharga Rp 680 juta. Barang tujuan Pulau Penang, Malaysia tersebut berasal dari Sungai Iyu.

“Rotan merupakan barang di bidang kehutanan yang dilarang ekspornya. Serta berdasarkan pemeriksaan, rotan yang diekspor eks muatan KM Bintang Kejora ini tidak diberitahukan dalam daftar muatan kapal (manifest) serta tidak dilengkapi dokumen kepabeanan yang sah, yakni pemberitahuan ekspor barang; persetujuan ekspor; maupun karantina tumbuhan,” kata Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Safuadi dalam konferensi pers di Pangkalan Bea Cukai Belawan.

Awak kapal dan KM Bintang Kejora ditarik ke Pangkalan Bea Cukai Belawan untuk dilakukan proses pemeriksaan dan penyidikan. Keenam tersangka awal kapal dengan nahkoda berinisial R (54) serta lima orang anak buah kapalnya ini ditahan di Rumah Tahanan kelas II B Labuhan Deli, Medan, Sumut.

Rotan dalam bentuk utuh (mentah/segar/dicuci/dikikis buku-bukunya), rotan setengah jadi, hati rotan, kulit rotan dan rotan yang tidak dalam bentuk utuh merupakan barang di bidang kehutanan yang dilarang ekspornya berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 44/M-DAG/PER/7/2012 tanggal 18 Juli 2012 tentang Barang Dilarang Ekspor.

Sanksi hukum atas pelaku tindak pidana tersebut diatur dalam Pasal 102A huruf (a) dan/atau Pasal 102A huruf (e) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan, yang berbunyi:

“Setiap orang yang mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean; Setiap orang yang mengangkut barang ekspor tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah sesuai dengan pemberitahuan pabean sebagaimana dimaksud dalam pasal 9A ayat (1) dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang ekspor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 5.000.000.000 (lima miliar rupiah),”

Safuadi menambahkan, dengan adanya sanksi hukum ini diharapkan pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyelundupan di bidang ekspor.

“Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selalu berupaya untuk melindungi industri dalam negeri, melindungi masyarakat dan lingkungannya dari kerugian atas tindakan ekspor ilegal serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri dan mendongkrak penerimaan negara dari sektor perpajakan,” pungkasnya.

Lihat Juga: Polisi Bongkar Bisnis Senpi Ilegal

116.860 Liter Minyak Ilegal Dibakar

Pangdam akan Tindak Tegas TNI yang Terlibat Sumur Minyak Ilegal

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda