“Enggak ada, saya siap diperiksa dan bila terbukti bersalah saya siap,” katanya, Ahad (31/3/2019).
Dikutip dari tempo, Budi membantah tudingan mantan Kepala Kepolisian Sektor Pasirwangi, Garut, Ajun Komisaris Sulman Aziz yang menuding Budi telah memerintahkan 22 kapolsek di Garut menggiring masyarakat untuk memilih Jokowi di pemilu presiden. Perintah itu, kata dia, diiringi ancaman kapolsek akan dimutasi bila Jokowi kalah di wilayahnya.
Budi tak menampik bahwa pernah menggelar pertemuan di kantornya. Namun, dia mengatakan pertemuan tersebut merupakan rapat bulanan yang rutin dilakukan oleh kepolisian.
“Kami ada gelar operasional setiap bulan, di situ kapolsek pada kumpul, sharing ada masalah apa. Semuanya terbuka,” kata dia.
Ihwal perintah mendata pendukung masing-masing capres, Budi juga membenarkannya. Dia mengatakan pendataan itu dilakukan polisi untuk memetakan potensi konflik dalam Pemilu 2019. Pernyataan serupa juga pernah disampaikan Mabes Polri terkati survei untuk pemetaan potensi konflik tersebut.
“Kami menimbang menjelang pemilu ini, kondisi agak sedikit hangat,” pungkasnya.










