6 Bahaya Tidak Beralas Kaki Saat Berhaji

-

- Advertisment -

6 Bahaya Tidak Beralas Kaki Saat Berhaji

Ibadah Haji. (Foto: AFP)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Memakai alas kaki di luar bangunan masjid sangat penting mengingat kondisi lantai yang sangat panas. Anjuran bagi jemaah haji untuk selalu menggunakan alas kaki saat ibadah haji bukan tanpa alasan. Jika imbauan ini tidak diindahkan, potensi bahayanya adalah sebagai berikut:
1. Resiko cedera
Tanpa alas kaki, telapak kaki Anda bisa terancam bahaya cedera. Cedera bisa bermacam-macam. Apa pun jenisnya, cedera bisa mengganggu jalannya ibadah. Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, mereka yang sangat berisiko mengalami kondisi yang buruk akibat cedera pada telapak kaki adalah mereka yang memiliki diabetes.
“Kaki penderita diabetes itu biasanya sudah mati rasa. Begitu mengalami luka, kemudian sulit atau tidak sembuh, pada akhirnya kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko amputasi,” jelas dr. Devia.
2. Lecet dan infeksi pada kaki
“Cuaca di Tanah Suci yang panas terik, bayangkan jika melangkahkan kaki di medan yang panas tanpa alas kaki. Kaki bisa kepanasan. Akhirnya jemaah bisa mengalami masalah lecet dan infeksi di kaki,” terang dr. Devia.
3. Kapalan
beraktivitas tanpa sandal atau sepatu bisa menyebabkan kaki menjadi kapalan. Kapalan (callus) adalah kondisi kulit yang mengalami penebalan dan pengerasan akibat tekanan atau gesekan yang berlebihan.
Gejala kapalan adalah kulit (telapak kaki) mengeras dan tumbuh benjolan, menebal dan kasar, nyeri di bawah kulit, muncul cairan dan terasa sakit pada kapalan yang telah mengalami infeksi, dan kulit terkelupas.
4. Infeksi
Ada pula kemungkinan masuknya bakteri, infeksi jamur, atau virus akibat bertelanjang kaki. Kemungkinan adanya kutil plantar dan infeksi virus lebih sering ditemukan pada permukaan yang kotor. Kutu air dan infeksi jamur juga umum ditemukan di ruang ganti dan permukaan yang basah lainnya.
5. Waspada cacing
Juga terdapat kemungkinan terpapar cacing tambang jika kaki berkontak langsung dengan kotoran hewan, yang biasanya terdapat pada pasir dan rumput.
Banyak podiatris (ahli kesehatan kaki) yang percaya bahwa masalah nomor satu tentang berjalan tanpa alas kaki adalah kurangnya dukungan untuk kaki, sehingga bisa menimbulkan berbagai masalah pada kaki.

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda