Ringkasan Makalah Calon Kapolri (4/4)

-

- Advertisment -

Ringkasan Makalah Calon Kapolri (4/4)

Pengantar Redaksi klikkabar.com: Presiden Jokowi akan melantik Komjen Pol. Listyo Sigit sebagai Kapolri di Istana Negara pada Rabu (27/1/2021). Listyo Sigit menggantikan Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis yang memasuki masa purna tugas pada 1 Februari 2021.

Berikut ini makalah yang disampaikan di depan anggota Komisi III DPR RI pada  Rabu (20/1/2021). Makalah ini berjudul ‘Transformasi Menuju Polri yang Presisi’ diserahkan  oleh rekan seangkatannya Kapolda Aceh Inspektur Jenderal Wahyu Widada ke Komisi III DPR pada Selasa (19/1/2021).

Kata presisi yang digunakan Listyo dalam judul makalahnya merupakan akronim dari prediktif, responsibilitas, transparasi berkeadilan. Makalah setebal 120 halaman ini lengkap dengan daftar pustaka.

Berikut ini ringkasan makalah tersebut.

     Lompatan bentuk pemolisian ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang semakin serius dalam pengamanan program pembangunan nasional, terutama dalam mengawal isu strategis mengenai pangan, migas, dan mengawal sektor kebijakan migas. Kemudian, responsibilitas dimaknai sebagai rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam ucapan, sikap, perilaku, dan pelaksanaan tugas, yang secara keseluruhan ditujukan untuk menjamin kepentingan dan harapan masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.

      Sedangkan transparansi berkeadilan, merupakan realisasi dari prinsip, cara berpikir, dan sistem yang terbuka, proaktif, responsif, humanis, dan mudah untuk diawasi. Sehingga, pelaksanaan tugas-tugas kepolisian akan dapat menjamin keamanan dan rasa keadilan masyarakat.

      Kepemimpinan “POLRI PRESISI” diharapkan dapat mewujudkan Polri sebagai institusi unggul sebagaimana dimandatkan dalam peta jalan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2005-2025. Pembabakan tahapan Grand Strategy Polri merupakan penjabaran dari RPJP Nasional yang berpedoman pada pencapaian cita-cita nasional dan tujuan bernegara. Strategi

pembangunan dan kebijakan umum Polri berdasarkan RPJP terbagi menjadi empat tahap sebagai berikut:

1. Tahap I (periode 2005-2010) membangun kepercayaan (Trust building).

2. Tahap II (periode 2011-2015) membangun kemitraan (Partnership building).

3. Tahap III (periode 2016-2020) menuju organisasi yang unggul (Strive for excellence).

4. Tahap IV (periode 2021-2025) organisasi yang unggul (Excellent).

      Implementasi pemolisian prediktif di Indonesia dapat dikembangkan dengan mengedepankan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) melalui pelaksanaan fungsi-fungsi terdepan kepolisian dalam sistem deteksi.

     Jika itu terwujud, akan membuahkan agregat data hasil deteksi yang dapat dikelola melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi digital berupa Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IOT), Analysis Big Data termasuk sistem pendukung lainnya dalam taksonomi bloom penguatan kelembagaan Polri.

      Taksonomi bloom merujuk pada kategori tatanan pemikiran terentang mulai dari higher-order  thinking hingga lower-order thinking dalam konteks pengembangan kepemimpinan dan pendidikan (Haryatmoko, 2020). Adapun pengembangan SDM Polri difokuskan untuk berkreasi, mengevaluasi, dan menerapkan kebijakan yang dikelola melalui sistem pengambilan keputusan pemolisian guna menjaga stabilitas nasional dengan menampilkan wajah polisi yang melayani dan dekat dengan masyarakat dalam melaksanakan tugas secara cepat, tepat, responsif, humanis, transparan, bertanggung jawab, dan berkeadilan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda