Perancang Lambang Demokrat Protes SBY

-

- Advertisment -

Perancang Lambang Demokrat Protes SBY

KLIKKABAR.COM, JAkARTA – Perancang merancang lambang Partai Demokrat Wisnu Herryanto Krestowo memprores Ketua Majelis Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengajukan permohonan merek Partai Demokrat ke Kemenkum HAM atas nama pribadi.

Wisnu menyampaikan surat keberatan kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly bertanggal Minggu 11 April 2021.

Dalam surat itu, Wisnu mengaku orang yang menggagas berdirinya Partai Demokrat bersama Ventje Rumangkang dan Kurdi Mustofa pada 2001.

“Saya yang merancang dan menciptakan bintang segitiga merah putih. Awalnya bintang segitiga merah putih itu berada dalam bingkai segi lima, sebagai lambang/logo Partai Demokrat. Arti dan makna nya adalah: bintang segitiga merah putih adalah platform perjuangan partai dengan landasan Ketuhanan YME – Kebangsaan (Nasionalisme) dan Demokrasi, sedangkan bingkai segi lima artinya berada di dalam bingkai Pancasila sebagai Dasar Negara,” kata Wisnu melalui Juru Bicara Partai Demokrat Muhammad Rahmad, Senin (12/4/2021).

Wisnu menjelaskan, dalam forum bertiga antara dirinya, Vence dan Kurdi mengubah dasar bingkai segi lima yang sebelumnya polos warna putih menjadi warna hitam atau biru. Lalu mereka membentuk kepengurusan awal sebanyak 9 orang pada 10 September 2001.

Pihaknya mendaftarkan kepengurusan setelah UU Parpol ketika itu disahkan DPR. Syarat pengajuan harus minimal 50 orang sehingga disesuaikan jumlah pendiri menjadi 99 orang. Bersamaan dengan itu lambang atau logo partai Demokrat diubah dan dimodifikasi seperti yang digunakan saat ini.

“Maka lambang/logo Partai Demokrat diubah dan dimodifikasi seperti yang digunakan hingga saat ini, dengan perubahan arti bintang segitiga merah putih menjadi Nasionalisme Religius – Humanisme dan Internasionalisme, serta menghilangkan bingkai segi lima diganti dengan kotak segi empat. Pada waktu itu Vence mengatakan kepada saya bahwa konon perubahan tersebut dilakukan dengan alasan kotak segilima bisa diidentikan dengan Partai Orde Baru. Awalnya saya menentang pergeseran makna dan arti lambang tersebut, namun mengingat latar belakang para pendiri yang diajak sangat heterogen dan mayoritas mereka tidak memahami secara filosofis maupun ideologis, akhirnya saya yang mengalah demi untuk kepentingan yang lebih besar yakni bisa menjadikan Demokrat sebagai kendaraan politik SBY maju di Pilpres 2004,” jelasnya.

Wisnu mengatakan, dirinya tercatat dalam akta pendirian Partai Demokrat. Sebagai pelaku sejarah, ia menyatakan keberatan dan meminta Kemenkumham menolak dengan tegas pengajuan merek Demokrat ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham.

“Saya mohon dengan hormat demi keadilan dan kebenaran, agar Ditjen KI Kemenkumham menolak dengan tegas pengajuan Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual oleh saudara Susilo Bambang Yudhoyono atas Nama/Logo/Lambang Partai Demokrat sebagai milik pribadinya, karena Demokrat sebagai partai terbuka sudah menjadi milik Indonesia,” pintanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda