Mengenang Adnan Ganto

-

- Advertisment -

Mengenang Adnan Ganto

Oleh Fauzi Umar [Alumni IPB Bogor dan staf PT. PEMA Holding (Perseroda)] 

KLIKKABAR.COM – Innalillahiwainnailahirajiun, telah berpulang kerahmatullah Bapak Adnan Ganto, semoga Allah SWT melapangkan kubur almarhum dan diberikan tempat mulia di sisi Allah SWT, amien…begitulah bunyi penggalan pesan whashap pertama kali yang masuk ke HP saya tepat pukul 11.30 hari Selasa 23 Maret 2021 dari salah seorang staf Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) tempat saya bekerja sebelumnya.  Ucapan duka juga bertaburan pada hampir semua group komunitas masyarakat Aceh.

Aceh berduka atas kehilangan tokoh dan putra terbaiknya DR (HC) H. Adnan Ganto, MBA. Adnan Ganto lahir di 4 Februari 1947 di desa terpencil Buloh Blang Ara Lhokseumawe, Aceh Utara. Walaupun lahir di desa terpencil tidak menghalangi Adnan meraih cita-cita dan bahkan Adnan merupakan orang Asia pertama yang berhasil menduduki posisi strategis di “Morgan Bank Ltd” selama 23 tahun dengan jabatan terakhir sebagai Komisaris Morgan Bank.   Siapa sangka dari seorang petani kecil yang hidup sederhana ini lahir sosok pemuda hebat bankir yang reputasinya kelas dunia.

Meski puluhan tahun hidup dan berkarir di luar negeri, Adnan tidak pernah sekalipun melupakan tanah kelahiran dan kebanggaannya Aceh.  Dalam kontek nasional dari tahun 1991 hingga sekarang Adnan merupakan penasIhat Menteri Pertahanan RI.  Adnan terlibat aktif dalam membantu Gubernur Aceh khususnya dibidang ekonomi dan pembangunan seperti proses konversi Bank Aceh konvensional ke Bank Aceh Syariah.   Demikian juga dalam pengembangan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang beliau sebagai Ketua Dewan Pengawas BPKS.

Saya mengenal almarhum ketika saya menjadi salah seorang Tim Asistensi Gubernur Aceh di masa Irwandi Yusuf–Muhammad Nazar (2007-2012), ada beberapa pertemuan Gubernur Aceh Irwandi dengan tokoh-tokoh masyarakat Aceh Jakarta yang turut saya fasilitasi waktu itu, namun waktu itu hanya sebatas pertemuan itu saja tidak ada komunikasi dan interaksi lanjutan dengan almarhum pasca pertemuan.

Perkenalan dengan almarhum lebih dekat lagi ketika saya mengikuti fit and profer test Manajemen BPKS periode 2018–2023 yang diketuai Adnan Ganto dan saya terpilih sebagai salah seorang anggota  manajemen terpilih.

Ada beberapa pertanyaan yang sangat terkesan dengan adu argumen ketika  fit and profer test dengan Adnan Ganto terkait skala kejujuran.  Adnan Ganto meminta saya memilih skala/tingkat kejujuran saya, jika diskalakan dengan range 1–10. Saya memilih skala 8 atau 9, lantas Adnan Ganto bertanya kenapa anda memilih skala 8 atau  9.  Saya menjawab kalau memilih 10 maka saya seperti Malaikat.  Saya berusaha berbuat dan bekerja dengan jujur, hati bersih dengan gaji yang saya terima untuk mencapai cita-cita, namun ada hal pengaruh lingkungan yang sangat luar biasa yang tidak saya bisa saya kendalikan.  

Saya memberikan sebuah Draft buku “ Menata Nirwana di Ujung Barat Indonesia” kumpulan-kumpulan tulisan dan pemikiran saya untuk mempercepat kemajuan Kawasan Sabang.  Rupanya jawaban saya ini terkesan almarhum selaku Ketua Tim hingga saya terpilih sebagai salah seorang manajemen BPKS yang didukung hasil ujian CAD dan hasil psikotest. 

Walaupun saya sebagai bagian dari manajemen dan hanya berlangsung sekitar 2,2 tahun dari periode seharusnya 5 tahun sesuai Undang-undang  No. 37 Tahun 2000 Pasal 6 ayat 1 serta Pergub No 17 tahun 2014.  Pasca 1 tahun terpilih menjadi bagian manajemen, Adnan sering melakukan komunikasi melalui telpon dengan saya walaupun beliau sedang di Amerika Serikat maupun di Singapura.

Adnan memberikan appresiasi pada setiap kerja dan pro aktif koordinasi yang saya lakukan dengan beberapa kementerian/lembaga seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi, Bappenas dan BPPT, LIPI, Pemerintah Aceh termasuk dengan beberapa KJRI seperti KJRI Songkla dan KJRI Pulau Pinang. Namun tetap saja ada pihak-pihak yang tidak senang dengan sikap pro aktif dan kolaborasi yang saya lakukan.  Adnan tetap berpikir positif memberikan appresiasi dan selalu berpesan berikan yang terbaik untuk Sabang dan Aceh. 

Mengapa kejujuran menjadi faktor utama Adnan dalam merekomendasi seorang kandidat untuk menduduki suatu jabatan strategis, hal ini mungkin dilandasi Adnan dari hasil penelitian Thomas J. Stanley yang menyebutkan ada 100 faktor penentu kesuksesan seseorang, ternyata yang paling utama adalah kejujuran dan disusul dengan kedisiplinan. Sedangkan memiliki IQ tinggi berada pada urutan ke-21, bersekolah di sekolah favorit diurutan ke-23 dan lulus dengan predikat terbaik di urutan ke30. 

Kondisi kekinian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini yang namanya kejujuran itu sangat sulit didapatkan.  Kejujuran berarti berkata sesuai realita sebenarnya, tidak dusta dan tidak bohong, tidak curang dan tidak mengada-ada.  Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai dan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari, apalagi Aceh dengan pemberlakuan syariat Islam kaffah semua pihak untuk selalu bersikap dan berperilaku jujur karena akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak.  Selamat Jalan Bang Adnan, budi baikmu dan semangatmu untuk Aceh tetap kami kenang, semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda