Peneliti LIPI Kupas Top Cleaner Diduga Penyebab Kejagung Terbakar

-

- Advertisment -

Peneliti LIPI Kupas Top Cleaner Diduga Penyebab Kejagung Terbakar

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Peneliti Bidang Kimia LIPI Joddy Arya Laksmono mengungkap minyak lobi merek Top Cleaner yang dianggap menjadi pemicu meluasnya api yang menghanguskan gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) pada 22 Agustus.

Minyak itu ini merupakan penghilang debu (dust remover) yang sensitif dengan pengaruh api, percikan api termasuk dari arus pendek listrik.  Cairan ini pun tak diimbau untuk dihindari terhirup secara secara langsung.

Dalam perdagangannya, kata Joddy, dust remover ini kemudian diencerkan lagi menggunakan pelarut organik. Proses pencampuran dapat ditambahkan etanol atau pelarut lainnya seperti xylene atau lebih dikenal awam dengan sebutan thinner.

“Oleh karena itu, xylene dengan titik nyala pada temperatur 25 derajat celsius perlu penanganan khusus dalam penggunaannya maupun penyimpanannya. Dengan sedikit percikan saja, maka uap xylene akan dengan mudah mengalami pembakaran pada temperature ruangan,” kata Joddy  dilansir dari CNNIndonesia Minggu (25/10/2020).

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menemukan fakta bahwa Kejaksaan Agung sudah dua tahun menggunakan cairan pembersih mudah terbakar yang tidak memiliki izin edar.

Sementara itu, percikan api yang membakar gedung Kejagung diduga berasal dari bara api puntung rokok yang dibuang sejumlah kuli bangunan ke dalam polybag yang berisi sampah, dan beberapa material mudah terbakar.

“Penggunaan senyawa xylene harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam Material Safety Data Sheet (MSDS). Pola penanganan xylene dapat dilakukan dengan mematuhi persyaratan sesuai spesifikasi senyawanya, segera lepas pakaian yang terkontaminasi,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda