KPAI Temukan Lagi Aksi PA 212 Libatkan Anak-anak

-

- Advertisment -

KPAI Temukan Lagi Aksi PA 212 Libatkan Anak-anak

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan pelibatan anak-anak dalam aksi yang digelar Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang dihadiri ribuan massa di Jakarta dan Tangerang, Minggu (5/7).

Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra menyayangkan masih terus dilibatkan anak-anak, mulai bayi, anak kecil, hingga remaja dalam aksi tersebut, apalagi di tengah pandemi COVID-19.

“Dari ribuan peserta yang hadir pada aksi massa di dua lokasi, 15 sampai 20 persen peserta apel akbar adalah anak-anak. Artinya, sudah kesekian kali anak-anak terlibat aksi tanpa sanksi yang tegas,” kata Jasra Putra dalam keterangannya dilansir dari laman Antara di Jakarta, Minggu. (5/7).

Data tersebut berdasarkan hasil pemantauan KPAI atas aksi PA 212 yang melaksanakan apel siaga dengan tajuk ‘Ganyang Komunis’ di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta serta di Tangerang, Banten.

“KPAI juga menyayangkan keberadaan panitia, orator dan tokoh acara yang berada dalam keteduhan panggung, dan anak anak dalam terik panas,” kata Jasra Putra.

KPAI menilai situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta harusnya dipatuhi oleh para peserta aksi. Apalagi, data anak yang positif COVID-19 per 16 Juni 2020 telah mencapai 3.155 anak, dengan rincian usia 0-5 tahun ada 888 anak dan 2.267 di usia 6-17 tahun.

Pemantauan di lapangan, katanya, juga memperlihatkan ada orang tua yang bermasker dan ada yang tidak, termasuk balita ada yang bermasker dan tidak.

Bukan hanya itu, ujaran dan perkataan keras terlontar bahkan mengarah kepada kebencian sesama dalam aksi tersebut yang akan memberi dampak buruk kepada perkembangan jiwa anak-anak ke depan.

Berdasarkan catatan KPAI, pada aksi PA 212 sebelumnya, anak-anak juga merokok dan berbagi hisapan rokok, dan kejadian yang sama kembali berulang.

Secara keseluruhan, pihaknya menyayangkan aksi PA 212 yang masih terus membiarkan anak-anak terlibat dalam aksi mereka dan berharap para penegak aturan perlindungan anak dapat memberi sanksi tegas.

“Agar dampak resiko, ancaman jiwa masa depan anak anak Indonesia dapat diselamatkan sejak dini, KPAI meminta anak-anak tidak terus-menerus diikutkan aksi massa, unjuk rasa, dan kampanye politik. Karena pengalaman buruk yang seharusnya tidak boleh diulang bangsa ini,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda