6 Jam Utusan Jokowi di White House

-

- Advertisment -

6 Jam Utusan Jokowi di White House

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Jokowi mengirim utusannya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan Luhut ke Amerika pekan lalu.

Berikut ini, catatan Luhut yang dimuat di laman media sosial FB Luhut pada Senin (24/11/2020).

Saya tidak pernah membayangkan bahwa akan ada waktu suatu hari saya hampir selama 6 jam berada di White House, dan bahkan berkesempatan untuk diterima di Oval Office. Untuk mengisi waktu saya selagi menjalani karantina mandiri selama beberapa waktu ke depan, saya ingin berbagi sedikit cerita terkait kunjungan saya tersebut.

Didampingi oleh Dubes Muhammad Luthfi, tujuan utama saya ke Amerika ialah menyampaikan apresiasi Presiden Jokowi terhadap Presiden Trump yang telah memperpanjang GSP kepada kita sehingga Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang mendapat peluang emas ini.

Saya ingin tekankan bahwa dengan negara manapun, selama bisa membantu kepentingan nasional, kita akan selalu menjaga hubungan baik, begitu pula dengan Amerika Serikat. Selama 2 tahun terakhir, saya intens berkomunikasi dengan Jared Kushner, menantu Presiden Trump dan rekannya Adam Boehler, CEO IDFC yang notabene mereka adalah tangan kanan Presiden Trump.

Karena kedekatan itulah “Letter Of Interest” investasi sebesar US$2 miliar dari IDFC kepada SWF Indonesia ditandatangani pada 19 November lalu. Ini adalah oleh-oleh yang besar karena keberadaan Amerika Serikat sebagai negara industri maju akan berpengaruh penting bagi perkembangan SWF di Tanah Air.

Selain pejabat Gedung Putih, banyak sekali Investor yang bertemu dengan rombongan kami untuk mengetahui perkembangan Indonesia hari ini, terlebih setelah disahkannya UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Saya juga bertemu dengan Kristalina Georgiva Managing Director IMF yang memuji akan penanganan ekonomi ditengah pandemi yang Indonesia jalankan.

Pujian ini bukan tanpa sebab, menurutnya Indonesia dirasa sangat baik mengelola kebijakan moneter dan fiskalnya ditengah situasi pandemi ini.  Bahkan Presiden World Bank mengucapakan terimakasih karena Indonesia telah berkontribusi dalam program Carbon Credit bagi Dunia. Dimana Indonesia setidaknya memiliki 75 hingga 80 persen Carbon Credit Dunia.

Berbagai respons baik saya terima selama kunjungan saya di sana adalah buah dari budaya dan adat ketimuran serta visi Presiden Joko Widodo yang sangat dikagumi oleh pemimpin negara manapun sehingga saya yakin Indonesia akan selalu menjadi mitra strategis bagi negara sahabat, tak terkecuali Amerika Serikat dalam ekonomi maupun geopolitik, siapapun pemimpinnya. 

Saya berharap akan terus menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintahan AS berikutnya, sehingga terbuka peluang kerjasama yang luas di berbagai bidang, tentunya dengan pembicaraan yang lebih intens dan strategis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda