PLN Raup Laba Bersih Rp11,6 Triliun di 2018

-

- Advertisment -

PLN Raup Laba Bersih Rp11,6 Triliun di 2018

Ilustrasi, pemeliharaan listrik oleh petuas PLN ULP Idi di Aceh Timur, Minggu (28/4/2019). (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menerbitkan laporan keuangan Tahun 2018 Audited. Dalam laporan tersebut, laba operasi sebesar Rp 10,4 triliun menjadi Rp 35,9 triliun atau meningkat 40,8 persen dibanding tahun 2017.
Perseroan juga mencetak laba bersih sebesar Rp 11,6 triliun, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 4,4 triliun. Peningkatan kinerja operasi dan keuangan perusahaan ini ditopang dari pertumbuhan penjualan, efisiensi operasi, serta dukungan pemerintah melalui Domestik Market Obligation (DMO) batubara, baik harga maupun volume.
Dibanding tahun sebelumnya, penjualan tenaga listrik selama tahun 2018  mengalami peningkatan sebesar Rp 16,9 triliun menjadi Rp 263,5 triliun. Kenaikan nilai penjualan ini terutama didukung oleh pertumbuhan penjualan 5,15 persen, sehingga volume penjualan listrik tahun 2018 menjadi sebesar 234 Terra Watt hour (TWh), lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 223 TWh.
Kenaikan konsumsi listrik selama tahun 2018 tersebut didominasi oleh pertumbuhan konsumsi listrik oleh pelanggan bisnis dan industri.
“Peningkatan penjualan tersebut sejalan dengan keberhasilan PLN selama tahun 2018 menambah kapasitas pembangkit serta menambah jaringan transmisi sepanjang 5323 kilometer sirkuit (kms) menjadi 53.606 kms dan menambah Gardu Induk sebesar 20.645 MVA menjadi 131.164 MVA,” kata Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto.
Peningkatan konsumsi kWh ini juga didukung oleh adanya kenaikan jumlah pelanggan di mana sampai dengan akhir tahun 2018 telah mencapai 71,9 juta atau bertambah 3,8 juta pelanggan dari akhir tahun 2017.
Sarwono menambahkan, bertambahnya jumlah pelanggan ini juga mendorong kenaikan rasio elektrifikasi nasional menjadi 98,3 persen lebih tinggi dari target sebesar 97,5 persen. PLN melakukan efisiensi pada komponen biaya operasi yang berada dalam kendali perusahaan, sehingga kondisi keuangan tetap terjaga.
Sepanjang tahun 2018, PLN berhasil melakukan efisiensi antara lain melalui pengurangan konsumsi BBM, peningkatan efisiensi operasi pembangkit sehingga konsumsi energi per kWh  PLTU Batubara dapat ditekan, serta melakukan zonasi untuk menghemat ongkos transportasi batubara. (Suara)

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda