Ogah ke BTN, Ini Profil dan Capaian Suprajarto di BRI

-

- Advertisment -

Ogah ke BTN, Ini Profil dan Capaian Suprajarto di BRI

Mantan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Suprajarto. (Dokumentasi BRI)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Penunjukan Suprajarto sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Kamis (29/8) sore, menuai polemik.
Dilansir dari laman Aspek.id, Suprajarto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, menolak menjadi bos BTN sebagaimana hasil rapat para pemegang saham yang mayoritas dimiliki oleh negara itu.
“Saya tidak pernah diajak bicara atau musyawarah. Saya tidak bisa menerima keputusan itu dan saya memilih untuk mengundurkan diri,” ujar Suprajarto kepada wartawan, Kamis (29/8).
Lantas, bagaimana sepak terjang Suprajarto sebagai bankir papan atas Indonesia? Berikut rangkuman informasi dari berbagai sumber yang dihimpun Aspek.id.
Profil Suprajarto
Pria kelahiran Yogyakarta, 25 Agustus 1965 ini merupakan sosok yang sangat berpengalaman di dunia perbankan. Tentu saja, dengan segudang pengalaman yang dimiliki Suprajarto.
Dia pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI) sejak 17 Maret 2015, setelah sebelumnya menjadi Direktur Jaringan dan Layanan BRI sejak 5 September 2007.
Lulusan S3 Manajemen Bisnis Universitas Padjadjaran, Bandung ini juga pernah menjabat sebagai Direktur Jaringan dan Operasional BRI dan juga sebagai Kepala Kantor BRI Daerah Jakarta.
Posisi Direktur Utama BRI pun dia dapatkan pada Maret 2017 menggantikan Asmawi Syam. Di bawah kepemimpinan Suprajarto, BRI menjadi bank dengan laba terbesar di Indonesia.
Capaian BRI
Pada Maret 2017, total asset BRI sebesar Rp 996 triliun meningkat menjadi Rp 1.288 triliun pada Juni 2019 atau tumbuh 29,3%. Kemudian total kredit BRI dari Rp 681 triliun meningkat menjadi Rp888 triliun pada Juni 2019 atau tumbuh 30,39% dengan nominal sebesar Rp 207,1 Triliun.
Total simpanan BRI pada Maret 2017 sebesar Rp 734 triliun meningkat di bawah kepemimpinan Suprajarto menjadi Rp 945 triliun pada Juni 2019 atau tumbuh 28,8% dengan nominal sebesar Rp 211 triliun.
Sedangkan total laba BRI pada 2017 sebesar Rp 29 triliun meningkat menjadi Rp. 32,4 triliun di 2018 atau tumbuh 11,7 %. Sementara itu pada Juni 2019 laba BRI mencapai Rp 16,1 triliun, tumbuh 8,2% dibandingkan Juni 2018.
Kapitalisasi pasar BRI juga meningkat dengan menempati posisi ketiga di ASEAN pada 2019, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai lebih dari Rp 550 triliun.
Sedangkan dividen yang diberikan oleh BRI juga terus meningkat, Rp 7,5 triliun pada 2018 dan pada tahun 2019 dividen yang diberikan mencapai Rp 9,2 triliun atau meningkat sebesar 22,7%.

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda