Nova mengatakan Masjid Annur awalnya berukuran 8 x 18 meter setelah dibangun kembali ukurannya menjadi 14x 28 meter dengan nilai Rp 1,9 miliar. Masjid ini adalah hasil kerja semua pihak, terutama masyarakat Aceh bukan hanya Pemerintah Daerah dan DPR Aceh.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, H. Teuku Ahmad Dadek, SH selaku koordinator pengumpulan dana bantuan Aceh peduli Nusa Tenggara Barat terus memantau pembangunan masjid tersebut selama enam bulan terakhir ini termasuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Lombok Utara untuk memastikan proses peresmian Masjid Annur Aceh dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana.
Fajri tokoh masyarakat setempat dalam sambutan mengatakan bahwa masjid Annur Aceh hancur karena gempa dan belum seminggu masyarakat Aceh telah memulai membangun masjid yang seindah dan semegah serta menjadi icon di lombok utara.
Fajri sambil menanggis mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Aceh dan masjid ini adalah saksi sejarah bahwa Aceh dan Lombok adalah bersaudara.











