Nama KPPS yang Wafat Dipahat di KPU; Usul The Jokowi Center

-

- Advertisment -

Nama KPPS yang Wafat Dipahat di KPU; Usul The Jokowi Center

Teuku Neta Firdaus (tengah).

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Hingga 4 Mei, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal menjadi 440 jiwa. Sedangkan dari petugas panwaslu 92 orang dan polisi 22 orang.
Total 554 petugas pemilu meninggal dunia serta 3.788 masih sakit. Sebagian besar petugas KPPS wafat berada di 30 provinsi karena kelelahan fisik, kurang waktu istitahat, kecelakaan lalu lintas dan sebagainya.
Atas musibah nasional ini, Direktur Eksekutif The Jokowi Center Teuku Neta Firdaus menyatakan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafat Pejuang Demokrasi yakni petugas KPPS  2019 dalam menjalankan tugas negara.  Mereka itu gugur demi menjaga kemurnian proses rekapitulasi di tingkat masing-masing hingga melupakan kesehatan sendiri.
“Kita memberikan apresiasi kepada Pemerintah yang peduli kepada Pejuang Demokrasi. Presiden Jokowi sudah menyatakan turut berduka. Pemerintah juga sudah memberikan santunan kepada ahli waris,” ungkap Teuku Neta, Selasa (7/5/2019).
Perihal musibah ini menjadi pelajaran, tidak dilupakan dan tidak terulang lagi, Neta mengusulkan nama-nama Pejuang Demokrasi dipahat dijadikan prasasti di Gedung KPU, Jakarta.
Menurut Teuku Neta, jerih payah petugas KPPS baik yang sudah meninggal dunia, dirawat di rumah sakit, dan masih bertugas  tidak bisa dinilai dengan materi.
“Melalui prasasti itu, seluruh rakyat Indonesia diingatkan bahwa proses demokrasi Pemilu 2019 dilalui bukan dengan gampang. Ada nyawa yang berpisah dengan jasad. Anak-anak, istri, atau orangtua yang kehilangan orang yang disayangi. Subuh pertama dan berbuka tanpa mereka. Ini sangat menyedihkan,” ajak Teuku Neta.
KPU sudah memberikan dana santunan ke beberapa petugas KPPS yang meninggal. Pemberian dana santunan ini menyusul surat Menteri Keuangan Sri Mulyani tertanggal 25 April 2019 dengan Nomor S-316/ MK.02/ 2019.
Besaran santunan Rp 36 juta bagi petugas meninggal dunia, Rp 30 juta untuk yang cacat permanen, luka berat Rp 16,5 juta dan luka sedang Rp 8,25 juta. Petugas KPPS yang sakit, sesuai petunjuk teknis KPU  dimasukkan dalam kategori luka sedang maupun luka berat.

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda