Menkes: Autopsi KPPS atas Permintaan Keluarga

-

- Advertisment -

Menkes: Autopsi KPPS atas Permintaan Keluarga


KLIKKABAR.COM, BALI –  Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyatakan autopsi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia bisa dilakukan jika ada permintaan keluarga melalui polisi.
Nila menjelaskan, permintaan dari polisi untuk menelusuri penyebab meninggalnya seseorang yang dianggap tidak wajar, bisa berawal dari permintaan keluarga mendiang petugas KPPS. Dari permintaan itu, polisi kemudian memutuskan, perlu dilakukan otopsi atau tidak.
“Kalau pun tidak wajar atas permintaan keluarga, melihat ini tidak wajar dan harus melalui polisi. Polisi menentukan diautopsi atau tidak. Tenaga kerja kesehatan mengerjakan sesudah atas polisi begitu. Jadi tidak semua diautopsi. Artinya tidak setiap meninggal semuanya  diautopsi,” sebut Nila di Desa Kertalanggu, Bali, Senin (13/5/2019).
Bila kematian dipicu oleh penyakit tertentu dan kelelahan saat pemilu digelar, Nila menilai autopsi tak perlu dilakukan.
“Kalau Anda curiga meninggalnya aneh, mungkin bisa meminta (autopsi), tapi kalau memang ada riwayat jantung, kemudian umurnya sudah tua, kemudian kita lihat dia kelelahan dan sebagainya, iya mungkin tidak perlu,” kata dia.
Nila mengatakan pihaknya juga telah melakukan mendata dengan cara audit medis petugas KPPS yang meninggal. Semua rekam medis KPPS di rumah sakit telah terekam dalam sistem audit medik.  Namun, petugas KPPS yang meninggal di rumah direkam oleh dinas kesehatan atau disebut dengan audit verbal.
Nila mencontohkan DKI Jakarta. Berdasarkan catatan Dinkes DKI Jakarta ada sebanyak 18 petugas KPPS yang meninggal. Dari 18 itu, 10 di antaranya meninggal di rumah akibat gagal jantung, stroke dan sakit liver.   Hasil audit itu hanya sebatas laporan sebab meninggalnya KPPS tersebut. Ia berharap temuan audit ini bisa menjadi evaluasi pada pemilu mendatang. (Kumparan)

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda