Media Sosial Bisa Picu Perceraian

-

- Advertisment -

Media Sosial Bisa Picu Perceraian

KLIKKABAR.COM, DEPOK – Media s

Ilustrasi facebook.

KLIKKABAR.COM, DEPOK – Media sosial atau medsos seperti Facebook dan Whatsapp, menjadi salah satu pemicu tingginya kasus perceraian di Kota Administratif Depok. Pasangan dari generasi milenial mendominasi kasus-kasus perceraian tersebut.
Kepala Humas Pengadilan Agama Kota Depok Dindin Syarif mengatakan perceraian di Kota Depok sangat tinggi dan berada di peringkat 10 di Provinsi Jawa barat dan peringkat 41 di Indonesia.
Penyebab perceraian di Kota Depok, kata Dindin, 70% dipicu media sosial dan Whatsapp. Sementara itu, 30% lainnya dipicu masalah ekonomi, masalah tanggung jawab suami, dan hal-hal sepele.
“Berdasarkan data yang dimiliki Kantor Pengadilan Agama Kota Depok, 70% perceraian pasangan suami istri di Kota Depok disebabkan gangguan pihak ketiga melalui Facebook dan Whatsapp. Misalnya, ada foto mesra di Facebook atau Whatsapp. Ada juga karena kedapatan ada percakapan mesra-mesraan di Whatsapp,” ujar Dindin dikutip dari Media Indonesia, Senin (18/3/2019).
Dindin mengatakan, total perceraian dari Januari- Desember 2017 di Kota Depok 3.087 kasus. Perceraian di Kota Depok pada 2018 ada kenaikan sebanyak 438 kasus. Khusus 2019, dari Januari sampai dengan Februari total perceraian 596 kasus.
“Angka perceraian didominasi pasangan suami istri berusia muda di bawah 25 tahun atau masuk kategori generasi milenial,” ujarnya.
Dari data yang tercatat di Kantor Pengadilan Agama setempat, dominasi pasangan suami istri dari generasi milenial yang bercerai mencapai 85%. Sisanya yang 15%, perceraian yang dilakukan pasangan suami istri dengan usia matang di atas 40 tahun.
Dindin memprediksi kasus perceraian di Kota Depok pada 2019 akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan 2017 dan 2018. Prediksi itu terlihat dari registrasi gugatan di Kantor Pengadilan Agama Kota Depok pada Januari-Februari 2019 sudah mencapai 2.673 kasus.

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda