Gara-gara Cerpen, Rektor Pecat Belasan Wartawan Kampus

-

- Advertisment -

Gara-gara Cerpen, Rektor Pecat Belasan Wartawan Kampus

Ilustrasi, aksi teatrikal jurnalis Aceh Singkil dan Subulussalam mengecam kekerasan yang terjadi terhadap wartawan di Tugu Rimo, Aceh Singkil, Jum’at (31/3/2017). (Istimewa)

KLIKKABAR.COM, MEDAN – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu memberhentikan 17 pengurus Pers Mahasiswa (Persma) Suara USU.

Wartawan kampus itu dipecat karena menolak menarik cerpen berjudul ‘Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku di Dekatnya’ yang dimuat di situs lembaga pers kampus tersebut, suarausu.co.

“Apa yang mereka muat dalam Suara USU, mengandung unsur pornografi dan semua orang telah memprotes, tidak hanya dari kalangan mahasiswa USU dan dari dosen USU, masyarakat menyayangkan kenapa ada tulisan itu,” kata Runtung, dikutip dari Kumparan, Selasa (26/3/2019).

Dia mengambil keputusan itu setelah menggelar pertemuan antara pihak rektorat, ahli bahasa, pengurus hingga pembina Suara USU.

Menurut Runtung, berdasarkan keterangan ahli bahasa dari FIB USU, yakni Sutan Haris, isi cerpen itu mengandung nilai pornografi.

Keputusan itu diambil lantaran cerpen di website Suara USU yang bertemakan cerita pasangan LGBT dianggap memiliki konten pornografi yang merusak nama baik USU.

“Yang pengurus Suara USU lakukan, telah mencoreng nama baik USU , tapi saya tahu alumni suara USU banyak yang menjadi jurnalis berhasil di tengah masyarakat. Maka yang saya lakukan, Suara USU itu tetap kita perkuat, tetapi 17 pengurusnya diberhentikan karena tidak mengakui bahwa (cerpen ) itu sebagai sesuatu yang merusak nama USU,” kata Runtung.

17 pengurus Suara USU yang dimaksud Runtung adalah tim redaksi di pers mahasiswa itu. Runtung mengatakan hanya memberhentikan mereka dari kepengurusan Suara USU. Mereka kini statusnya masih menjadi mahasiswa.

Sebelumnya Runtung mengaku akan membubarkan pers mahasiswa itu. Namun atas berbagai pertimbangan, dia memilih untuk memberhentikan 17 tim redaksi atau pengurus media kampus itu saja.

Selain itu Runtung juga berpesan bahwa Suara USU merupakan bagian dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di bawa naungan universitas. Itu artinya, kata dia, tujuan pers mahasiswa adalah mencerdaskan masyarakat dengan konten-konten yang edukatif.

“Kalau membuat USU rusak, bukan di sini tempatnya,” jelas Runtung.

Dengan adanya peristiwa ini, Runtung meminta kepada ke 17 mahasiswa yang diberhentikan dari kepengurusan Suara USU untuk fokus belajar dan menyelesaikan studinya. Dalam hal ini Runtung juga menegaskan bahwa tidak ada sanksi akademik untuk ke 17 pengurus Suara USU.

“Tindakan yang saya buat ini sebagai orang tua kalian di sini, yang sayang pada masa depan kalian. Saya tidak mau orang tua kalian kecewa,” pungasknya. []

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda