Dilapor ke Bareskrim Polri, Haikal Hassan Beri Tanggapan

-

- Advertisment -

Dilapor ke Bareskrim Polri, Haikal Hassan Beri Tanggapan

Ustaz Haikal Hassan. (Foto: IST)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Ustaz Haikal Hassan menanggapi perihal pelaporan dirinya terkait kasus hoax dan ujaran kebencian ke ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Kamis (9/5).
Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan itu. Ia juga mengaku tak tau terkait materi pelaporan ke Bareskrim.
“Iya, nggak apa-apa, dilaporkan saja sesuai prosedur. Polisi profesional. Percayakan saja kepada polisi dengan profesionalisme yang tinggi,” ujarnya seperti dikutip Detikcom, Kamis (9/5/2019).
Ia menambahkan, siapa pun yang melapor ke polisi, maka polisi wajib menerima laporan tersebut. Namun polisi juga memiliki wewenang untuk menindaklanjuti atau tidak menindaklanjuti laporan tersebut.
Baca: Dugaan Hoax, Jubir Prabowo-Sandi Dipolisikan
“Siapa pun yang melaporkan, polisi wajib menerima. Menindaklanjuti atau tidak, itu kan tergantung dari segala macam alat bukti yang cukup atau tidak,” imbuhnya.
Pria yang saat i9ni menjabat sebagai juru bicara (jubir) pasangan Prabowo-Sandiaga (capres-cawapres nomor urut 02) itu juga mengaku belum mengetahui kapan dan di mana dirinya melakukan ujaran kebencian dan menyebarkan berita hoax.
“Saya nggak tahu, saya nggak tahu apa yang terjadi, kapan (peristiwanya) saya nggak tahu. Dan nggak ada tabayun lebih dulu. Mestinya bertanya kepada saya ‘apa, apa, apa’ tanya dulu, itu kan enak komunikasi, nggak begini. Sepertinya musuhan saja nggak ada habisnya. Capek deh begini. Beneran. Musuhan nggak ada habisnya ya Allah ya Rabi,” imbuhnya.
Menurut pria yang memiliki nama lengkap Ahmad Haikal Hassan itu, dirinya dilaporkan ke polisi oleh salah seorang kader partai politik. Dia juga belum mendapat panggilan dari polisi.
“Mestinya tabayun, Achmar Firdaus Mainuri itu caleg PSI (yang melaporkan). Kita nggak ngerti maksudnya apa, nggak paham saya kenapa,” ujarnya.

Baca Juga: Penyebar Hoax Bisa Dijerat UU Terorisme
Aceh Tinggi Konsumsi Informasi Hoaks
10 Hoax Paling Dasyat Versi Kominfo di Tahun 2018

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda