49% Saham Medco Cahaya Geothermal Dijual

-

- Advertisment -

49% Saham Medco Cahaya Geothermal Dijual

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – PT Medco Energi International Tbk (MEDC) melalui anak usahanya PT Medco Power Indonesia (MPI), telah menandatangani perjanjian penjualan sebanyak 49% saham PT Medco Cahaya Geothermal (MCG) ke PT Ormal Geothermal Power.

Penjualan saham ini, merupakan upaya Medco untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP). Kini, sisa saham MPI di MCG sebesar 51%.

Direktur Utama Medco Power Indonesia Eka Satria mengatakan, pelepasan sahamnya itu merupakan kemitraan strategis berkelanjutan. Karena sebelumnya Ormat dan Medco telah berhasil mengembangkan PLTP Sarulla di Sumatera Utara, dengan kapasitas 330 Megawatt (MW).

“Saya yakin, kerjasama antara kedua perusahaan akan memberikan nilai bagi pemegang saham, serta mendukung kelistrikan di sektor energi terbarukan,” kata Eka dalam keterangan tertulis, Rabu (3/7).

Saat ini, Medco sedang mengembangkan PLTP Blawan Ijen, di Jawa Timur dengan kapasitas 110 MW. Sebelumnya Medco Power telah memiliki perjanjian jual beli tenaga listrik dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang berlaku dalam jangka waktu 30 tahun kedepan.

Namun, kapasitas pembangkit tersebut lebih bisa dipastikan apabila aktifitas eksplorasi dan penilaian selesai. Ia memastikan bahwa selama ini proses pengeboran slim holes juga berjalan dengan baik. PLTP tersebut ditargetkan bisa beroperasi komersial (Commercial on Date/ COD) pada 2022.

Medco Power didirikan sejak 2004. Perusahaan ini menjadi produsen pembangkit listrik independen yang bernaung dalam kelompok usaha Medco Energi dan bergerak di sektor produsen listrik swasta dan O&M.

Selain itu, Medco Power juga memiliki dan mengoperasikan pembangkit listrik dengan total kapasitas lebih dari 3.100 MW di 20 lokasi di Indonesia.

Saat ini Medco juga tengah menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) di Riau, dengan kapasitas 275 MW. Adapun nilai investasi untuk membangun pembangkit tersebut sebesar US$ 300 juta, dan ditargetkan bisa beroperasi pada 2021.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Medco Ratch Power Riau (MRPR). MRPR merupakan perusahaan konsorsium MPI dan perusahaan listrik asal Thailand yakni Ratchaburi Electricity Generating Holding Plc (RATCH).

Sementara itu, MPI dan RATCH akan bertanggung jawab untuk membangun dan mengoperasikan PLTGU selama 20 tahun. (Katadata)

Lihat Juga: Sah, Inpex Investasi USD 20 Miliar di Blok Masela

Data Migas akan Dibuka Luas dan Bisa Akses Gratis

Daya Saing Investasi Migas, Indonesia Peringkat 25 Dunia

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda