Home / ACEH / Dari Amankan Ratusan Pendemo hingga Jinakkan Bom di Kantor KIP Aceh Tamiang

Dari Amankan Ratusan Pendemo hingga Jinakkan Bom di Kantor KIP Aceh Tamiang

KLIKKABAR.COM, ACEH TAMIANG –Ratusan demonstran dari salah satu pendukung pasangan calon (Paslon) Bupati/wakil Bupati Aceh Tamiang terlibat bentrok dengan personel Polres Aceh Tamiang karena tidak terima proses penghitungan suara dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat yang dianggap tidak transparan sehingga mengalahkan calon yang mereka usung.

Para pendemo semakin beringas dan anarkis mencoba menerobos barisan Polisi yang dilengkapi peralatan anti huru hara. Mereka juga menuding KIP dan Panwaslih tidak netral dalam menjalankan tugasnya selaku lembaga penyelenggara Pilkada.

Ratusan massa yang datang tiba-tiba itu bertindak anarkis dalam aksi itu karena tuntutan mereka tidak terpenuhi. Kendati sudah dihalau dan dipukul mundur oleh aparat, beberapa demonstran masih menyerang dengan cara melempari kerumunan petugas dengan air mineral.

Melihat amukan massa yang semakin brutal dengan menendang perisai petugas sembari membakar ban, Satuan Dalmas anti huru-hara terpaksa menembakan gas air mata dan mengerahkan satu unit mobil Amor Water Canon (Canon) untuk menyemprotkan air ke arah pendemo.

Sebelumnya, polisi juga mengusir pendemo dengan alat terbaru yakni, pengeras dengungan suara yang menyerang telinga tapi belum efektif. Di lain sisi, Polisi sudah melakukan upaya negosiasi oleh sekelompok massa namun tidak digubris. Akhirnya bentrok pun tak terhindarkan.

Namun berkat kesigapan aparat Polres Aceh Tamiang, ratusan pendemo yang akan merangsek masuk ke Kantor KIP tersebut dapat dipukul mundur hingga membubarkan diri. Sebagian massa yang dianggap provokatif juga diamankan. Akibat demo menyangkut Pilkada tersebut sejumlah demonstran mengalami cidera terutama di bagian mata dan terpaksa dievakuasi.

Kejadian demo itu berlangsung selama dua jam dalam kegiatan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Simpamkota) dalam rangka Pengamanan Pilkada serentak 2017 yang digelar oleh Polres Aceh Tamiang bekerjasama dengan elemen sipil, di Alun-alun Kompleks Kantor Bupati Aceh Tamiang, Kamis 29 Desember 2016, pukul 10.00 WIB

Polres Aceh Tamiang sengaja ciptakan situasi terburuk saat gelar simulasi untuk siap menghadapi segala situasi baik menjelang maupun pada hari H Pilkada Gubernur/wakil Gubernur dan Bupati/wakil Bupati tahun depan khususnya di Aceh Tamiang.

Personel yang diturunkan dari berbagai kesatuan, diantaranya Brimob Kompi Aramia Langsa, Satuan Sabhara, Satuan Reskrim, Satuan Intelkam, dan Satuan Lantas. Simulasi berjalan lancar diakhiri dengan penjinakan dan peledakan bom berdaya kecil oleh anggota Jihandak.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP. Yoga Prasetyo, SIK didampingi perwira lainnya usai acara simulasi mengatakan, simulasi yang dilaksanakan hari ini bisa memberi gambaran kepada seluruh jajaran Polres Aceh Tamiang serta seluruh elemen masyarakat dan penyelenggara Pilkada untuk kesiapanya dalam menghadapi segala kemungkinan situasi di setiap tahapan Pilkada di Aceh Tamiang agar penyelenggaran Pilkada dapat berjalan aman dan lancar.

Kapolres menjamin kepada seluruh jajarannya akan bersikap netral karena Polisi memang tidak ada hak pilih. “Kepada seluruh masyarakat jika ada menemukan keberpihakkan oknum Polisi agar melaporkan segera kepada Polres setempat untuk ditindak dan diproses sesuai aturan,” imbaunya.

Menurut Yoga, ada enam skenario dalam simulasi pengamanan Pilkada tersebut dengan melibatkan sebanyak 300 personel, Linmas dan seluruh eleman masyarakat. Adapun enam skenario yang diperagakan dalam simulasi antara lain, kampanye Paslon, pemungutan suara di TPS diwarnai keributan dari seorang warga yang pro kepada salah satu calon dan penghadangan petugas PPS oleh OTK saat mengantar surat suara ke tingkat Kecamatan.

Skenario selanjutnya yakni, mengamankan kantor KIP dari amukan massa kubu salah satu Paslon yang tidak terima hasil penghitungan suara oleh KIP setempat, menjinakan bahan peledak dari dalam gedung KIP dan bom yang sudah aktif tersebut diledakan.