Home / ACEH / Ini Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum Pejabat Aceh Jaya

Ini Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum Pejabat Aceh Jaya

Ilustrasi pelecehan seksual. dailymail.co.uk

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Dalam laporan tertulis yang dilayangkan ke Mapolda Aceh oleh wanita berinisial (N) selaku pelapor yang diduga korban pelecehan seksual dilakukan oleh oknum pejabat Aceh Jaya ,pria berinisial (I) yang kini menjadi terlapor. (N) menceritakan kronologi ihwal kejadian yang telah mencoreng nama baik Aceh secara umum.

Dalam laporan pengaduan Nomor : Reg/138/VII/RES.2.5/2019/Subdit II Tipid PPUC/Ditreskrimsus dituliskan, pada bulan Agustus tahun 2018 lalu, pelapor atau korban dijemput oleh terlapor untuk jalan-jalan dengan menggunakan mobil pribadi terlapor ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.

Sesampai di parkiran bandara, lantas terlapor menyuruh pelapor membuka celananya. Namun, dalam laporan itu, pelapor mengaku tidak bersedia melakukan hal tersebut.

Lantas, karen apelapor tidak mau mengikuti permintaan terlapor untuk membuka celananya, maka pelapor sendiri yang melancarkan aksi buka celana sendiri.

Kemudian, aksi tak enak dipandang, pelapor kemudian menampakkan Mr P nya kepada pelapor itu dan memaksa wanita tersebut untuk memegangnya.

Lantas secara tiba-tiba petugas bandara yang sedang patroli di parkiran bandara pun datang, sehingga pelapor terlihat panik dan menyuruh wanita tersebut untuk turun dari mobil miliknya.

Baca: Menanti (Lagi) Korban Sumur Minyak Ilegal

Selanjutnya, pelapor yang kabarnya masih tercatat sebagai mahasiswi disalah satu perguruan tinggi itu berjalan ke arah luar bandara dengan berjalan kaki dan langsung menghubungi temannya untuk dijemput di luar bandara SIM.

Pelapor yang tercatat salah satu petinggi di Aceh Jaya itu ternyata tidak berhenti melakukan aksi tak senonohnya. Selang 2 minggu kemudian seperti tertera dalam laporan tersebut, terlapor menelpon korban melalui layanan video call Whatsapp.

Selang beberapa saat kemudian, masih dalam video call antara keduanya, pelapor kemudian masuk ke kamar mandi dan kembali memperlihatkan Mr.P nya kepada korban dan melakukan hal terlarang.

Merasa aman, seminggu kemudian terlapor kembali melakukan hal yang sama, namun kali ini pelapor bernasib apes, video call  yang dilakukannya langsung di screenshoot oleh pelapor.

Atas kejadian tak beretika itu, korban yang merasa dilecehkan dan dirugikan membuat laporan pengaduan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh yang didampingi tim kuasa hukumnya.

Dalam proses BAP yang dilakukan Kamis 1 Agustus 2019, wanita (N) didampingi oleh tim kuasa hukumya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), dan pendampingan saat pemeriksaan di dampingi oleh Mila Kesuma, SH yang juga Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Yayasan Advokasi Rakyat Aceh.

Sementara itu, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin, SH yang juga hadir di Polda Aceh menyampaikan, dalam proses pemeriksaan yang dilakukan hari ini di Polda Aceh adalah pemeriksaan saksi dari diduga Korban.

“Dalam surat tanda laporan tersebut juga di sebutkan bahwa terlapor dalam Lidik, surat itu di tandatangani oleh Penyidik Pembantu Brigadir Dicky Yulian,” ujar Safar.

Lihat Juga: Aktivis Kecam Kasus Pelecehan Seksual di Aceh Jaya

Diduga Terlibat Pelecehan Seksual, Oknum Pejabat Aceh Jaya Dilaporkan ke Polda